Postingan

Menampilkan postingan dengan label Anthony de Mello

Recovery Journey and Commitment

Seorang rahib menghadap Buddha dan berkata :      "Apakah jiwa orang saleh luput dari maut?" Seperti biasanya Buddha tidak menjawab. Tetapi rahib itu mendesak. Setiap hari ia mengulangi pertanyaan yang sama. Setiap hari pula ia tidak dijawab. Akhirnya, ia tidak tahan lagi dan mengancam mau meninggalkan pertapaan, kalau pertanyaan mahapenting ini tidak dijawab. Sebab, untuk apa ia mengorbankan segala sesuatu untuk hidup membiara, kalau jiwa orang saleh tidak akan luput dari maut? Lalu Buddha dalam belaskasihannya berkata:     "Engkau bagaikan seorang yang kena anak panah beracun dan hampir mati. Sanak keluarganya mendatangkan seorang dokter. Tetapi orang sakit itu tidak mau anak panah dicabut atau menerima pengobatan apapun terhadap lukanya jika tiga pertanyaan pokok ini belum terjawab: Pertama, orang yang memanahnya kulitnya putih atau hitam? Kedua, ia berbadan tinggi atau pendek? Dan ketiga, ia seorang brahmana atau paria? Sebelum jawaban atas ketiganya diberik...

Yang Di Dalam, Yang Terlupakan

Ada tiga buah cerita. (Diambil dari buku Burung Berkicau , karangan Pater Anthony de Mello yang diterjemahkan oleh Romo A. Soenarja.) --- Seseorang tetangga melihat Nasruddin berjongkok sambil mencari sesuatu. "Apa yang sedang Anda cari, Mullah?" "Kunciku yang hilang." Dua-duanya terus berjongkok mencari kunci yang hilang itu. Sebentar kemudian tetangga itu bertanya, "Di mana kuncimu yang hilang?" "Di rumah" "Astaga! Lantas mengapa Anda mencarinya di sini?" "Karena di sini lebih terang." --- Tanya rahib : "Semua gunung dan sungai ini, bumi dan bintang-bintang - dari manakah asalnya?" Kata Guru : "Pertanyaanmu dari manakah asalnya?" --- Khotbah sang Guru pada hari itu hanya terdiri dari kalimat penuh teka-teki. Ia tersenyum lemah dan mulai berkata, "Satu-satunya yang aku kerjakan disini hanyalah duduk di pnggir sungai dan menjual air sungai." Dan khotbahnya sudah se...