Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kebijakan Publik

Aing Mau Ngomel Corona Deui

Gambar
Mendorong kebiasaan menulis satu blog per hari ini sepertinya agak sedikit menjadi bumerang. Bukan disebabkan bingung mau menuliskan apa, karena itu adalah hal biasa yang akan terjadi. Tetapi keadaan krisis virus Corona akhir-akhir ini dan respon pemerintah Indonesia cukup menyita perhatian. Tempo hari adalah hari dimana saya tiap sebentar membuka twitter , berita online, atau juga tulisan terkait atau yang penting dibaca. Saking seringnya, ketika mengecek aplikasi screen time pada sekitar jam 4 sore, saya sudah membuka twitter  hampir 4 jam kemarin. Belum terhitung dari jam lainnya untuk membaca artikel atau menonton video. Kekacauan akibat penanganan Corona di Indonesia cukup membuat saya muak. Beruntung, final All England berhasil menarik perhatian saya, seenggaknya sejam setengah jam sebelum dimulai. Hal pertama yang mengganggu adalah tiada langkah kongkrit yang benar dari pemerintah pusat hingga saat ini. Meskipun memaksa alur informasi dan kebijakan harus dari p...

Babak Baru Covid-19 di Indonesia

Perkembangan virus Corona sudah memasuki pertengahan bulan Maret. Event sudah banyak yang dibatalkan, baik itu konser musik, turnamen olahraga, dan lain-lainnya. Komite Olimpiade semakin mempertimbangkan untuk membatalkan event yang akan diadakan di tengah tahun ini. Dari 118 negara di dunia, 114 sudah diidentifikasi mempunyai kasus Covid-19. Atas kondisi demikian, WHO sudah memberikan statement ke publik dunia, bahwa penyebaran Covid-19 sudah tergolong sebagai pademik. Pertanyaan selanjutnya, what next? Di beberapa data yang sudah diupdate dari berbagai sumber, terlihat China sudah mengalami perlambatan, dan bahkan penurunan, dengan beberapa orang dinyatakan telah sembuh dari virus Corona. Yang menjadi persoalan adalah penanganan di luar China, ledakan lanjutan sepertinya sudah terjadi. Di Eropa, Italia dan Prancis sudah mengalami angka ribuan kasus. Di Italia dan Iran, beberapa tenaga kesehatan sudah bercerita sangat kelelahan dengan penanganan ledakan pademik ini lewat kolom s...

[Copas Tulisan] Kacamata Kuda Zero Run-Off oleh Dr. Heri Andreas, S.T., M.T.

* Di waktu ke depan, sepertinya saya beberapa kali akan menyebarkan artikel atau pandangan yang bermanfaat dan menarik untuk disebarkan ke orang banyak. Selain untuk mendorong rutinitas saya untuk mengisi blog, dalam pandangan pribadi, ada banyak tulisan bagus yang sayang sekali jika tidak diketahui oleh orang banyak. Sebagai contoh, di tulisan yang saya bagikan di bawah ini, kehidupan perkotaan yang semakin padat penduduk dan industri, akan mendorong sebuah pertanyaan, sejauh apa kemampuan alam untuk menopangnya? Dalam beberapa bulan terakhir, banjir besar Jakarta menguasai diskusi akar rumput, baik di media sosial maupun media yang tersebar. Dalam kacamata saya mengenai pembangunan, pola pembangunan di Jakarta makin marak berkembang di kota-kota lainnya di Indonesia, termasuk di kota tempat saya tinggal sekarang, Bandung, dan kota tempat saya tumbuh kembang, Padang. Dengan demikian, pandangan dari Pak Heri Andreas berikut cukup penting untuk dipelajari bersama-sama. --- Siklus ...

UU ITE : Makin Waktu, Makin Tidak Mengerti

Di saat orang Indonesia masih heboh dalam menjaga dirinya menghadapi pademik Corona, UU ITE kembali menjadi pusat perhatian. Pemicunya adalah semangat body positivity  yang dibawa oleh artis yang sedang naik daun, Tara Basro. Tara membawakan semangat itu dengan foto tanpa satu helai benangpun. Hal yang tidak diragukan lagi akan memicu para kaum konservatif. Diberitakan, Kominfo ingin menuntut Tara Basro karena menyebarkan pornografi melalui sosial media, oleh karena itu akan dituntut oleh UU ITE. Saya tidak ingin memberikan pendapat tentang apa yang dilakukan oleh Tara Basro, terlepas saya tidak terlalu setuju dengan metodenya. Saya kira kampanye body positivity  ada banyak metode lain yang lebih tepat dan menusuk. Tetapi saya sudah terlampau gatal dengan UU ITE ini : mau sampai kapan undang undang ini menjadi alat baku pukul dalam setiap variasi perbedaan pendapat atau campaign ? UU ITE pernah digunakan untuk menghadapi kritik seseorang kepada rumah sakit. Seseorang in...

Over Buying Karena Virus Corona

Gambar
Dua hari terakhir menjadi ledakan pembelian di supermarket, pasar, atau minimarket. Pemicunya adalah statement  dari presiden Jokowi mengenai dua orang yang dikonfirmasi telah terserang virus Corona. Meskipun  jajaran pemerintah sudah meminta  kepada masyarakat untuk tidak panik menghadapi keadaan pademik Covid-19, tetapi asumsi yang sudah berkembang tidak terkontrol yang mengarah ketakutan dan kepanikan, membuat perilaku over buying menjadi sesuatu yang seharusnya bisa diperkirakan akan terjadi. Barang-barang yang banyak dibeli adalah masker, hand sanitizer, dan sembako. Khusus untuk masker, barang ini sudah mengalami peningkatan pembelian beberapa minggu sebelum pengumuman. Over buying tidak hanya terjadi di Indonesia. Di Australia, di negara yang dikatakan mempunyai tingkat pendidikan lebih baik dari Indonesia, dilaporkan oleh ABC , ketakutan akan wabah yang akan terjadi menyebabkan merebaknya over buying dimana-mana. Bahkan dalam laporan berita tersebut, salah na...