Bapak Tua Idealis dan Penjelajah (2)
Hari sudah melewati senja, tetapi gelombang laut semakin tak beraturan. Mungkin perubahan temperatur eksternal dari senja menuju malam mengubahnya menjadi lebih ganas. Tidak ada lagi tawa riang gembira dan pandangan kagum dari turis karena melihat keindahan alam kepulauan Sunda Kecil. Beberapa penumpang kapal sudah tidak tahan lagi untuk menahan muntah. Terlihat di beberapa antara mereka yang sudah bolak-balik menuju kamar mandi. Kalaupun yang bisa bertahan menahan gejolak perut, lebih baik tidur seperti teman saya yang sudah terlelap sejak awal perjalanan. Alam menunjukkan kelasnya untuk yang bersikap sombong. Karena sedang menghadapi dua gejolak alam secara sekaligus, gunung di Banyuwangi yang meletus dan gelombang laut yang sedang ganas, sepertinya para turis tersebut akhirnya suatu hal, bahwa terkadang keindahan itu mematikan. Terutama mungkin untuk segerombolan bule yang terpaksa ikut mengisi kapal ini hingga hampir sesak. Saya rasa ekspektasi mayoritas dari mereka ketika ma...