Postingan

Menampilkan postingan dengan label Talking to Stranger

Bapak Tua Idealis dan Penjelajah (2)

Hari sudah melewati senja, tetapi gelombang laut semakin tak beraturan. Mungkin perubahan temperatur eksternal dari senja menuju malam mengubahnya menjadi lebih ganas. Tidak ada lagi tawa riang gembira dan pandangan kagum dari turis karena melihat keindahan alam kepulauan Sunda Kecil. Beberapa penumpang kapal sudah tidak tahan lagi untuk menahan muntah. Terlihat di beberapa antara mereka yang sudah bolak-balik menuju kamar mandi. Kalaupun yang bisa bertahan menahan gejolak perut, lebih baik tidur seperti teman saya yang sudah terlelap sejak awal perjalanan. Alam menunjukkan kelasnya untuk yang bersikap sombong. Karena sedang menghadapi dua gejolak alam secara sekaligus, gunung di Banyuwangi yang meletus dan gelombang laut yang sedang ganas, sepertinya para turis tersebut akhirnya suatu hal, bahwa terkadang keindahan itu mematikan. Terutama mungkin untuk segerombolan bule yang terpaksa ikut mengisi kapal ini hingga hampir sesak. Saya rasa ekspektasi mayoritas dari mereka ketika ma...

Sopir Angkot, Anjing Mati, dan Anak Kecil Ketabrak

Kemarin hari saya mempunyai obrolan yang cukup nyambung dengan supir angkot Caheum-Ledeng. Saya sedang dalam perjalanan dari Setiabudi menuju daerah Pelisiran, setelah malam sebelumnya menginap di rumah kenalan selama berorganisasi dulu yang cukup dekat, untuk bertemu teman kuliah selama seharian penuh. Ketika naik, saya adalah satu-satunya penumpang dalam angkot tersebut dan duduk di kursi depan. Sedang bersantai mendengarkan lagu di Spotify , sopir angkot ini tiba-tiba menyeletuk, "Ada orang minta tolong dibawain anjing mati ke rumah sakit." "Oh ya kang?" Saya sepertinya lagi sedang ingin bebas ngobrol dengan siapapun dan tentang apapun. "Iya. Saya langsung ragu, soalnya takut bau nanti angkotnya. Ini baru pagi, enggak sempat buat bersih-bersih." "Tapi orangnya mau bayar lebih kang? Atau ongkosnya segitu-gitu aja?" Lagu sudah dimatikan dan headset pun dilepas. "Enggak tau juga, orangnya enggak ngomong mau bayar berapa. Cuma saya udah...

Bapak Tua Idealis dan Penjelajah (1)

Di dalam postingan beberapa hari lalu saya menyebutkan tentang pengalaman saya ngobrol panjang lebar dengan seorang bapak yang baru saja dikenal di atas kapal, dalam perjalanan dari Labuan Bajo ke pelabuhan Sape. Posisi saya sedang duduk di atas kursi yang mengitari meja lingkaran, memikirkan banyak hal sambil menahan rasa sakit di kepala akibat tidak bisa tertidur, tidak seperti teman saya yang gampang langsung tertidur di sebelah saya di atas lantai. Ketika sedang melamun, seorang bapak bersama temannya muncul, (*kurang lebih percakapannya seperti ini, jika tidak salah ingat.) "Mas, boleh duduk di kursi ini?" Situasi dan kondisi memang lagi sedikit sulit akibat meletusnya gunung berapi di Banyuwangi, sehingga  space  kosong saja menjadi rebutan di antara penumpang yang lumayan banyak. "Ohya, silahkan pak, memang kursi itu kosong." "Terimakasih. Itu temannya kenapa?" "Sedang istirahat saja pak. Kebetulan memang badannya agak sedikit kurang bai...