Postingan

Menampilkan postingan dengan label Labuan Bajo

Kembali ke Tanah Flores

 Setelah sekitar hampir 6 tahun, akhirnya diri saya menjejakkan kaki lagi di salah satu pulau di kepulauan Sunda. Dan dalam 6 tahun tersebut, perubahan begitu terasa. Setelah sekitar lebih dari satu hari di Labuan Bajo, ada baiknya saya merefleksikan ulang apa yang saya lewati, dibenturkan dengan pengalaman dahulu dan apa yang dipahami. Black coffee dari kafe La Bajo, di sekitar Kampung Ujung menjadi teman. Sebelum menuju kafe La Bajo, saya menyewa sepeda listrik dari NOA Bike  dan berkeliling sekitar Kampung Ujung hingga sedikit agak jauh ke selatan, dimana pemandangan penginapan dan toko tidak lagi terlihat. Menariknya, jalur trotoar dan bahkan sepeda cukup tersedia disana, tidak hanya di daerah padat turis. Saya pun makan di tempat makan siang ayam kampung terasi di tempat yang tidak ada turis sama sekali, hanya penduduk sekitar. Sebuah poin plus dari pembangunan besar-besaran ini, dimana tidak terkosentrasi ke satu tempat atau pihak saja yang diuntungkan. ( Anyway, untuk y...

Bapak Tua Idealis dan Penjelajah (2)

Hari sudah melewati senja, tetapi gelombang laut semakin tak beraturan. Mungkin perubahan temperatur eksternal dari senja menuju malam mengubahnya menjadi lebih ganas. Tidak ada lagi tawa riang gembira dan pandangan kagum dari turis karena melihat keindahan alam kepulauan Sunda Kecil. Beberapa penumpang kapal sudah tidak tahan lagi untuk menahan muntah. Terlihat di beberapa antara mereka yang sudah bolak-balik menuju kamar mandi. Kalaupun yang bisa bertahan menahan gejolak perut, lebih baik tidur seperti teman saya yang sudah terlelap sejak awal perjalanan. Alam menunjukkan kelasnya untuk yang bersikap sombong. Karena sedang menghadapi dua gejolak alam secara sekaligus, gunung di Banyuwangi yang meletus dan gelombang laut yang sedang ganas, sepertinya para turis tersebut akhirnya suatu hal, bahwa terkadang keindahan itu mematikan. Terutama mungkin untuk segerombolan bule yang terpaksa ikut mengisi kapal ini hingga hampir sesak. Saya rasa ekspektasi mayoritas dari mereka ketika ma...

Bapak Tua Idealis dan Penjelajah (1)

Di dalam postingan beberapa hari lalu saya menyebutkan tentang pengalaman saya ngobrol panjang lebar dengan seorang bapak yang baru saja dikenal di atas kapal, dalam perjalanan dari Labuan Bajo ke pelabuhan Sape. Posisi saya sedang duduk di atas kursi yang mengitari meja lingkaran, memikirkan banyak hal sambil menahan rasa sakit di kepala akibat tidak bisa tertidur, tidak seperti teman saya yang gampang langsung tertidur di sebelah saya di atas lantai. Ketika sedang melamun, seorang bapak bersama temannya muncul, (*kurang lebih percakapannya seperti ini, jika tidak salah ingat.) "Mas, boleh duduk di kursi ini?" Situasi dan kondisi memang lagi sedikit sulit akibat meletusnya gunung berapi di Banyuwangi, sehingga  space  kosong saja menjadi rebutan di antara penumpang yang lumayan banyak. "Ohya, silahkan pak, memang kursi itu kosong." "Terimakasih. Itu temannya kenapa?" "Sedang istirahat saja pak. Kebetulan memang badannya agak sedikit kurang bai...

Penyesalan di Atas Laut

Gambar
Dua hari lalu saya menonton video lanjutan Watchdoc Documentary dalam perjalanan mereka mengelilingi Indonesia, yang dinamai Ekspedisi Indonesia Biru. Video yang saya tonton kali itu adalah tentang pengalaman mereka merayakan Idul Fitri di tengah perjalanan kapal dari Merauke Kepulauan Morotai, jauh dari keluarga dan kampung halaman. Watchdoc, yang dipimpin Dandhy Laksono, dikenal sebagai produsen film dokumenter perjuangan kaum tertindas dari ketimpangan kuasa, tetapi bagi saya, video berdurasi pendek seperti ini sama pentingnya. Selama menonton video ini saya jadi teringat momen perjalanan pribadi, pada sekitar tahun 2015. Ada sedikit kesamaan situasi dengan perjalanan Dandhy Laksono, dimana saat itu berdekatan hari lebaran. Setelah berada di pedalaman flores hampir sebulan, tanggal di kalender mendekati hari lebaran. Di awal ketika datang ke pedalaman saya , saya beberapa kali mengutarakan ke teman yang juga satu tim proyek bahwa besar kemungkinan untuk merayakan lebaran d...