Menolak Kedokteran


Sebelum masuk ITB sebenarnya saya diharapkan orang tua saya masuk kedokteran, ngikutin abang sih sebenarnya. Dan saya langsung menolak hahaha.

“Kenapa?”
“Orang banyak minat kedokteran. Alasan menolak?”

Alasan? Kalau alasannya kenapa, banyak. mari diuraikan dalam beberapa poin.
1. Udah mau kuliah, berarti udah saatnya berpikir dan bertindak mandiri, tidak lagi diatur oleh orang tua. Bukan bermasuk durhaka, tapi udah saatnya keluar sebagai seorang pemuda yang siap untuk merantau.
2. Saya orangnya tidak terlalu suka yang terstruktur, lebih suka bersifat jalan pintas, tapi masih dikoridor yang tepat. Bedanya kalau kedokteran, semuanya harus sangat terstruktur, dan … bikin males banged lah pokoknya.
3. Kedokteran sih pekerjaan mulia, bahkan dianggap pahlawan kalau berhasil. Tapi UH Biologi waktu SMA dapet 0, mau diapain itu pasien tuh ntar? Masak yang kayak gitu masuk kedokteran.
4. Hanya sekedar imajinasi, tapi andaikan saya jago dalam dunia kedokteran, dan suatu ketika saya tidak dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Saya g tahu bakal berekspresi seperti apa kepada orang-orang di dekatnya, walaupun saat ini saya sudah ditempa beberapa kali dalam dunia teater drama.
5. Sebenarnya alasan ini baru kepikiran waktu kuliah, tapi mempertegas penolakan masuk kedokteran.
Sebenarnya dunia sekarang penuh dengan mafia, dan saya sebenarnya sangat tertarik untuk membaca2 cerita atau tentang penelusuran mafia. Tapi mafia yang paling sulit saya mengerti adalah mafia di dalam dunia kedokteran. Benar-benar kompleks, dan juga menggantungkan hidup orang lain dalam praktek mafianya.

Itu alasan saya, masuk akal kan? :)

Komentar