Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2018

Egaliterisme Luffy itu Absurd, Kapten!

Gambar
Kira - kira sejak awal kuliah, saya sempat mulai mengurangi mengikuti baca-baca manga atau semacamnya. Ada beberapa hal penyebab, seperti belum terbiasa dengan kesibukan kuliah atau organisasi, beberapa anime yang terlalu banyak gampang ditebak alurnya dan kebanyak perang-perang yang sayangnya kurang dalam plot twist nya, atau juga karena mulai lebih sering membaca novel atau buku yang proses penulisannya sangat memikirkan metodologi pengumpulan data, sebelum mengarah ke kesimpulan berdasarkan data yang ditemukan penulis. Atau juga karena intrik politik dan sejarah yang terkadang lebih menarik untuk diikuti. Intinya,  as a   food for thought , anime atau manga sempat kehilangan pesonanya bagi saya pribadi, meskipun manga yang sudah saya ikuti bertahun-tahun semacam Naruto, Bleach, dan One Piece . Sekitar akhir tingkat 3, saya mulai dikenalkan oleh teman dengan judul-judul manga yang lain. Seperti, Homonculus, yang menceritakan penilitian untuk eksplorasi psikologi manusia...