Commuter Line Jabodatabek dan Bekasi
Sebagai orang yang mempunyai kampung di Padang, Saya kira-kira sudah cukup lama hidup di Pulau Jawa. Kalau dihitung-hitung, hampir total 13 tahun, 5 tahun pertama di Depok sejak lahir dan selama 8 tahun hingga sekarang di Bandung. Tapi, bagi saya pribadi, lelucon tentang Bekasi adalah sesuatu yang tidak terlalu bisa dipahami oleh saya. Minimal di timeline sosial media saya, lelucon tentang Bekasi adalah bahan yang bertahan untuk waktu yang lama.
Persoalan yang sering diutarakan di media sosial baru terasa oleh saya ketika harus berhadapan dengan tenggat waktu dan harus menuju Bekasi. Kondisi stasiun transit seperti Manggarai dan Jatinegara, dan stasiun Bekasi yang harus juga menjadi pemberhentian kereta dari Bandung dan daerah lain di Jawa membuat saya benar-benar tidak bisa memprediksi dengan tepat jadwal commuter. Kereta saya harus menunggu terlalu lama di Manggarai dan Bekasi, demi menunggu kereta lainnya untuk lewat terlebih dahulu.
Sampai saya mengalaminya langsung hari minggu kemarin.
Pada hari itu saya sedang bermaksud menghadiri pernikahan dua teman saya yang berada di Bekasi. Dalam hitung-hitungan pengalaman saya menaiki commuter line Jabodetabek selama ini, rasanya waktu itu saya kurang lebih hanya akan menghabis waktu sekitar satu jam dari Depok menuju Bekasi. Apa dikata, perkiraan waktu saya meleset jauh. Saya butuh waktu kira-kira hampir 2 jam mencapai tujuan. Alhasil ketika saya datang, pernikahan telah selesai.
----
Mengenai commuter line, sebelum kejadian ini saya sejujurnya tidak terlalu memahami persoalan yang sering dikeluhkan oleh pengguna transportasi umum di Jakarta. Bahkan secara berimajinasipun, saya hanya menangkap soal warga Jakarta yang terus bertambah secara pesat, baik pendatang dari luar kota maupun kelahiran di dalam koata. Karena mengenai kenyamanan, saya pikir selama ini alat transportasi umum ini nyaman-nyaman saja. Kebutuhan saya saat itu memang hanya untuk memutari tujuan wisata Jakarta sambil melihat-lihat perkampungan kota dan gedung-gedung besar yang berada di sekitar rel.
![]() |
Sudah Mengerti Jokes ini Sekarang |
Apakah secara waktu itu kondisi normal atau kacau karena tidak disiplin secara manajerial, saya mencoba mencari tahu sedikit lebih banyak.
Kondisi stasiun Bekasi yang disebut diatas adalah salah satu info yang saya dapat setelah telat datang ke pernikahan. Kereta yang terus berdatangan dari arah pulau Jawa bagian barat dan berhenti cukup lama untuk menaikkan dan menurunkan penumpang beserta barang bawaan mereka menyebabkan commuter line harus berhenti sekitar hampir 20 menit. Info yang saya dapat selanjutnya adalah kereta yang menuju ke Bekasi memang cukup jarang. Sehingga, ketika saya di stasiun transit Manggarai, selain harus menunggu lama disana akibat kondisi transit, tetapi juga harus menunggu kereta menuju Bekasi datang.
Dengan beberapa kondisi tersebut, sudah cukup menggambarkan betapa hijaunya saya dengan kondisi transportasi Jakarta, dan kondisi perleluconan kota Bekasi.
Tentunya, menurut kabar yang saya dapatkan mereka sedang berpikir solusi terbaik mengenai kasus ini. Sayangnya, yang cukup saya kesalkan adalah permasalahan dari transportasi Jakarta harus melebar menyentuh banyak hal, tidak hanya dalam internal Jakarta. Salah satunya adalah anggaran untuk membenahi masalah ini harus mengambil anggaran dari daerah lain, seperti kasus anggaran proyek kereta api Sumatera Barat yang harus dialihkan untuk menyelesaikan LRT Jakarta . Atau bahkan, sejak awal alokasi anggaran yang untuk kota Jakarta, yang luas provinsinya paling kecil se-Indonesia, tetapi menyerap anggaran paling besar dibanding provinsi lain.
----
Well, seenggaknya dengan keterlambatan kedatangan saya ke acara pernikahan membuat saya bisa memikirkan hal ini. Kebetulan karena banyak waktu kosong di kereta, daripada marah-marah tak tentu arah, secara tidak langsung saya memikirkan hal seperti ini.
Dengan beberapa kondisi tersebut, sudah cukup menggambarkan betapa hijaunya saya dengan kondisi transportasi Jakarta, dan kondisi perleluconan kota Bekasi.
Tentunya, menurut kabar yang saya dapatkan mereka sedang berpikir solusi terbaik mengenai kasus ini. Sayangnya, yang cukup saya kesalkan adalah permasalahan dari transportasi Jakarta harus melebar menyentuh banyak hal, tidak hanya dalam internal Jakarta. Salah satunya adalah anggaran untuk membenahi masalah ini harus mengambil anggaran dari daerah lain, seperti kasus anggaran proyek kereta api Sumatera Barat yang harus dialihkan untuk menyelesaikan LRT Jakarta . Atau bahkan, sejak awal alokasi anggaran yang untuk kota Jakarta, yang luas provinsinya paling kecil se-Indonesia, tetapi menyerap anggaran paling besar dibanding provinsi lain.
----
Well, seenggaknya dengan keterlambatan kedatangan saya ke acara pernikahan membuat saya bisa memikirkan hal ini. Kebetulan karena banyak waktu kosong di kereta, daripada marah-marah tak tentu arah, secara tidak langsung saya memikirkan hal seperti ini.
Komentar
Posting Komentar