Thomas Cup 2020, Pemersatu Bangsa
Setelah puasa gelar juara team event selama 19 tahun, akhirnya tim badminton Indonesia meraih juaranya lagi di Thomas Cup 2020 tahun ini. Memori saya yang sedikit lupa ingat pada tahun 2002, tidak menyangka sudah selama ini Indonesia tidak meraih gelar.
Selain faktor lamanya puasa yang membuat kemenangan ini begitu berkesan, keberhasilan ini juga bisa dilihat oleh beberapa faktor yang menyenangkan. Tanpa bermaksud mengabaikan capaian emas Olimpiade Greysia Polii dan Apriani, jika melihat dari proses yang sangat terganggu oleh kondisi pandemi dan lamanya puasa gelar beserta persoalan-persoalan di dunia olahraga negara ini, tentu saja pencapaian seperti ini sangat melegakan.
Pernyataan tersebut bisa divalidasi dari keberjalanan tim di turnamen Sudirman Cup dan Thomas Cup. Bahkan, meskipun diunggulkan di seed pertama di turnamen Thomas Cup, mereka sempat mengalami perjuangan yang bersusah payah dari fase grup. Thailand dan Taiwan memaksa Indonesia harus memastikan kemenangan dari pertandingan kelima, lewat tunggal putra ketiga, Shesar Hiren Rustavito. Tampaknya, lamanya tidak bisa bertanding akibat pandemi, yang diperparah dengan adanya larangan dari beberapa negara untuk menerima pengunjung dari Indonesia, kiranya agak memperlambat sense pertandingan dari pemain. Dalam konteks ini, cukup wajar tentunya.
Untung saja, setelah memasuki fase knock out, hanya Axelsen yang mengambil kemenangan dari Indonesia. Selebihnya, selain pertandingan menegangkan dan menguras waktu antara Atonsen dan Jojo, bisa dibilang perjalanan tim kurang lebih terlihat hampir mulus, Kemenangan 3-0 melawan China di final, merupakan berita yang agak jarang untuk terjadi di masa hegemoni China yang belum terlihat jauh berkurang pengaruhnya.
Sekali lagi, kabar ini cukup melegakan bagi Indonesia. Mengingat banyaknya isu yang bisa memecah publik dan inkonsistensi pengambil kebijakan dan perancang aturan hukum, kayaknya hanya video bokep bocor yang bisa menyatukan masyarakat. Kurang mengerti juga kenapa ini terjadi (semakin dipikirkan, kayaknya saya tidak mengerti apa-apa tentang negeri ini).
Mudah-mudahan, akan ada peningkatan pemahaman orang-orang akan posisi dan makna olahraga kepada negeri ini ke depannya. Olahraga itu sangat tidak kalah penting dengan bidang lain, bahkan punya sifat unik tersendiri. Harus dicamkan hal ini ke kepala dan hati kita semua.
Komentar
Posting Komentar