Celebes Dalam Sejarah Singkat


Iseng-iseng di hari Minggu malam, sambil menunggu pertandingan bola, saya menonton video update terbaru dari channel youtube Lazardi Wong Jogja. Bagi yang berniat mencari channel youtube yang cukup berfaedah, yang bisa menambah ilmu pengetahuan, akun ini bisa menjadi rekomendasi. Video-video yang diunggah oleh Muhammad Lazuardi, menawarkan ringkasan singkat sejarah daerah-daerah di Indonesia, sejak zaman dulu kala. Kebanyakan sejak dari zaman sebelum masehi, atau dimana ada dokumentasi atau pertanda kondisi zaman dulu (seperti prasasti, menhir, atau kitab). Kemudian dengan skill video editing, Lazuardi menggambarkan perubahan tiap tahun di suatu daerah/pulau/kerajaan hingga zaman sekarang, dengan melakukan perubahan warna. Saya kira ini metode yang cukup menarik untuk tahap awal memahami sejarah, sebelum mencari tahu lagi lebih dalam.

Hari ini saya menonton sejarah singkat pulau Sulawesi.

Sejarah Sulawesi/Celebes (40000 SM - 2018)

Sesungguhnya setelah ditonton, saya tidak terlalu mengerti, terutama karena begitu banyak kerajaan atau peradaban awal yang baru saja saya ketahui. Selama ini saya hanya lebih sering mendengar kerajaan Makassar. Itupun saya kira karena konteksnya kerajaan ini yang sering berkonfrontasi dengan bangsa Portugis, Spanyol, dan Belanda. Sehingga kerajaan ini tentu saja sering muncul di buku sejarah sekolah, ataupun narasi politik anti asing yang sering kali diucapkan oleh politikus negeri ini.

Tetapi sesungguhnya disini juga menariknya, dan sepertinya ada beberapa poin yang menarik perhatian saya.
1. Saya baru tahu begitu banyak kerajaan di Celebes, hingga yang kecil-kecil, dalam rentang waktu selama ini. Tetapi tidak seperti di Jawa dan Sumatera, yang kerajaan kecil ini akan berusaha ditaklukkan untuk memperluas daerah kekuasaan, kerajaan kecil ini banyak yang dalam sekian waktu lamanya (bahkan bisa berdekade) bisa berdiri sendiri, sebelum kerajaan besar seperti Makassar, Ternate, dan Tidore atau bangsa Eropa datang menguasai. Di poin ini, ada cerita menarik jika dikupas lebih jauh.
2. Hubungan VOC Belanda dengan daerah di pulau Celebes (bahkan termasuk Kalimantan) tidak seperti hubungan bangsa luar tersebut dengan pulau Jawa-Sumatera-Bali. Seperti yang diungkap Lazuardi di sesi komentar, kerajaan-kerajaan ini tidak dijajah langsung oleh Belanda, tetapi hanya sebagai negara bawahan, atau lebih tepatnya disebut sebagai swapraja (zelfbesturen) dalam administrasi Belanda. Pulau ini bahkan tidak diberlakukan hukuman tanam paksa, sehingga, hubungannya dengan Belanda cenderung lebih baik dibandingkan pulau Sumatera-Jawa-Bali.
3. Kerajaan Luwu ini sejak awal menarik perhatian saya. Mungkin awalnya karena warnanya yang ungu di peta yang dibuat Lazuardi dan cakupannya di pulau Sulawesi yang lumayan besar, sehingga mau tidak mau mata saya sering memperhatikan perkembangan kerajaan ini. Tetapi juga, kerajaan ini lumayan bertahan dari sekitar tahun 900an M hingga awal abad ke 20, menjadi negara bawahan Belanda. Selain itu, perkembangan kerajaan ini tidak pernah mengalami keadaan yang terlalu pesat ataupun menyusut yang terlalu cepat, terlihat cenderung stabil. Bertolak belakang dengan kerajaan semacam Mataram Lama, Sriwijaya, atau Demak.
4. Selama ini, saya mengenal Majapahit sebagai kerajaan di daerah Nusantara yang mempunyai kekuasaan besar di zaman dulu. Tetapi selain kerajaan Padjajaran yang sepertinya sangat sulit ditaklukkan, dari video ini saya baru tahu bahkan pengaruh Majapahit begitu minim di pulau Sulawesi. Tidak banyak daerah yang ditaklukkan, bahkan layaknya hubungannya dengan VOC Belanda, hanya berstatus sebagai kerajaan bawahan Majapahit.
5. Sekilas, dari video ini dan poin-poin sebelumnya, saya berpikir kejayaan bajak laut atau angkatan laut dari pulau Sulawesi, yang sering didengungkan oleh orang banyak hingga zaman sekarang, benar-benar sesuatu yang luar biasa hebatnya. Sehingga sepertinya, VOC Belanda atau Majapahit tidak terlalu gampang untuk menancapkan pengaruh yang kuat. Bahkan kabarnya, awal kala VOC Belanda berperang dengan Sultan Hasanuddin ini lebih disebabkan oleh bajak laut kerajaan Makassar, yang sering mengganggu pelayaran kapal VOC, untuk mengangkut rempah-rempah dari timur. (saya tidak terlalu yakin juga tentunya dengan poin ini).

Anyway, thanks to Mas Lazuardi. Ada dorongan tambahan buat saya untuk bisa travelling berlama-lama di pulau ini.

Saya menonton video Rampak Gendang karena jadi backsound video Lazuardi tentang Sulawesi

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Resensi Buku] Sekilas tentang Ali Moertopo