Kereta Api Bergerak Mundur

 Well, sebuah plan kembali mundur beberapa langkah ke belakang.

Kemunduran yang sudah agak mendorong pikiran berputar dalam beberapa hari terakhir, dan bahkan mungkin sebenarnya sudah terjadi beberapa hari sebelum keberlanjutan kabar akan rencana ini diumumkan. Tentunya saya mengerti kenapa kabar ini, baik atau buruknya, mengganggu pikiran. Tidak lain dan tidak bukan, langkah ini juga menjadi bagian dari langkah domino yang sudah saya bayangkan ke depannya.

Tetapi, kehidupan memang suka berbicara berbeda. Di umur sudah hampir menyentuh kepala tiga, segala perbenturan beserta langkah jejak yang sudah dilalui, pengalaman berasa lebih nyata penampakan dan hawa yang dirasakan. Tidak lagi seperti ketika remaja, dengan mudah sebuah kemunduran untuk dilalui dan dianggap seperti angin lalu di langkah berikutnya. Jangan ditanya mengenai pengalaman masa bayi. Angin dan waktu seperti pada kecepatan yang sama, terlalu cepat. Dengan mudah untuk dilalui.

Jadi untuk saat ini, saya belajar menerimanya dan mengevaluasi, dan berusaha menikmati. Rasanya tidak enak, tetapi apa yang mau dikatakan juga, terima sajalah.

Daripada dibawa pikiran, setelah tulisan ini selesai, saya memilih untuk menonton dokumenter oleh stasiun televisi DW Jerman, yang juga ditayangkan di channel Youtube DW Documentary. Perjalanan kereta di beberapa negara beserta cerita kehidupan atau budaya yang dilewatinya ketika proses singgah untuk sementara waktu menjadi pilihan. Saya sudah menonton yang perjalanan di Ekuador, dan sepertinya itu cocok dengan kondisi yang saya rasakan saat ini. 

Pemandangan selama perjalanan yang menarik, dengan jalur pegunungan dan melewati beberapa kota beserta sejarahnya, beserta juga dengan variasi kuliner mereka, menjadi tayangan yang mungkin sangat saya rekomendasikan ke para traveller. Tetapi tidak semua detail saya mengingatnya. Saya hanya mengingat gambaran umum pengaruh peradaban Maya dan penjajahan Spanyol kepada struktur kehidupan mereka, dan latar belakang dibangunnya jalur kereta dan bagaimana pemanfaatannya, beserta alasan jalur kereta sempat terhenti beberapa puluh tahun.

Mungkin, begitulah seharusnya beberapa bagian kehidupan dijalankan. Pada akhirnya layaknya perjalanan kereta api, walau pengalaman yang dilewati cukup menarik atau juga tidak mengenakkan, tetapi ada baiknya dilewati saja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Resensi Buku] Sekilas tentang Ali Moertopo