Berjalan Kaki di Kampung Kota Taman Sari
Dalam beberapa minggu terakhir, saya sudah beberapa kali berjalan kaki melintasi di kawasan perumahan padat penduduk di belakang kebun binatang Bandung. Kawasan yang dinamakan Taman Sari ini disebut juga sebagai kampung kota, baik secara penilaian akademik atau pandangan warga sekitar. Pendefinisian seperti ini terutama didorong oleh rapatnya ikatan sosial dan fisik bangunan di antara keluarga, di tengah perkotaan.
Dalam perjalanan kakinya, saya sengaja memilih jalur yang dekat dengan aliran sungai Cikapundung. Alasan paling utama adalah sebagai panduan bakal kemana arah perjalanannya. Perlu diketahui, saking padatnya perumahan, sehingga lebar jalan sangat kecil, kemungkinan untuk tersesat di tempat seperti ini sangat tinggi. Jadi untuk mencegah hal tersebut, sangat penting kiranya untuk mengetahui arah aliran sungai mengalir.
Alasan kedua adalah saya ingin melihat dan memerhatikan, kehidupan seperti apa yang berkembang di sekitar sungai. Pada zaman dahulu kala, peradaban manusia sering berkembang di sekitar sungai. Beberapa alasannya adalah untuk melancarkan proses pencernaan dengan minum, memasak, dan mengalirkannya sebagai irigasi pertanian, sehingga mereka bisa fokus untuk mengembangkan kehidupan ke tahap selanjutnya.
Di peradaban modern, kehadiran pengadaan air oleh lembaga atau perusahaan dan infrastruktur jalur transmisinya ke konsumennya, dan juga beserta tumpukan sampah yang ikut terseret aliran air, memdorong saya terkadang untuk mempertanyakan, apa fungsi sungai saat ini kepada masyarakat.
Alasan lainnya adalah cukup personal, karena di sekitar Taman Sari beberapa tahun yang lalu pernah merancang acara dan kegiatan bersama warga setempat. Jadi ada sedikit perasaan nostalgia.
![]() |
| Terdapat mural di dinding rumah dan anak-anak yang sedang bermain |
![]() |
| Di sudut jauh, terlihat apartemen di kawasan Ciumbuleuit |








Komentar
Posting Komentar