Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Otak Gila

Saya pikir ini pengalaman yang biasa saja bagi orang banyak, tapi cara saya merasakan mungkin yang agak sedikit enggak waras. Dulu, sewaktu masih tinggal di Padang, di pekarangan rumah lumayan luas terdapat pohon jambu yang bisa dikatakan lumayan besar. Karena kota Padang cukup panas, dedaunan dari pohon sering berjatuhan di perkarangan. Akibatnya, itu pekarangan harus sering disapu. Minimal 3 kali seminggu lah, siapapun itu. Pernah suatu hari, sampah-sampah daun ini sangat numpuk.di depan rumah. Maklum, waktu itu orang-orang rumah seingat saya emang lagi sibuk-sibuknya dan pekarangan dibiarkan aja. Yang makin heboh dilihat oleh mata, rumput liar merajalela. Karena ribet mesti ngebakar daun-daun yang jatuh dan juga harus mencabut rumput-rumput, apalagi pekarangan rumah bisa dikatakan cukup luas, ide menarik muncul dari ibu saya. Semua sampah kami ratakan menyebar ke area rerumputan, kemudian dibakar. Karena siang lagi sibuk, malamnyalah kami bakar. Mulai disinilah yang menurut s...

Berpikir Jauh (Sedikit) tentang Mati Lampu

Gambar
Karena disinggung oleh teman saya di dunia twitter @iMarhamahfa dan juga mention akun @infosumbar mengenai kejadian mati lampu yang sering terjadi di akhir-akhir ini di Padang, saya akan mencoba untuk membagi apa yang terlintas dalam pikiran saya. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sebelumnya, baca dulu rujukan link ini http://jalaluddin-rumi-p.blog.ugm.ac.id/2012/12/08/distorsi-distribusi-energi-listrik-indonesia/ Dapat dilihat dalam link tersebut, perkembangan distribusi energi listrik di Indonesia teramat tidak merata. Terdapat penumpukan aliran daya di pulau Jawa, tetapi tidak pada pulau-pulau lainnya. Hal tersebut sesuai dengan yang warga Sumbar rasakan. Begitu juga dengan posisi saya yang saat ini berada di kota Medan, juga mengalami hal yang tidak jauh berbeda. Sekedar info, saking kesalnya masyarakat karena sering mati lampu sewaktu bulan Ramadhan, udah beberapa kali terjadi demo masyarakat ke PLN. Ya...

@damnitstrue

Gambar
Coba lihat gambar di bawah ini. "Baca nama akunnya dan isi twit di gambar di atas, common way of thinking heh?" Twit di atas dibuat oleh akun twitter yang udah lumayan banyak difollow pengguna twitter dunia. Dan twit itu uda di retweet bahkan difavorite oleh banyak orang (bahkan mungkin aja juga oleh org yg enggak follow itu akun). Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, "itu twit benar ada atau enggak?". Faktanya, (terlalu) benar. Enggak perlu jauh-jauh, cari aja di sekitar lingkungan kita. Pertanyaan selanjutnya, "itu twit bermakna positif atau negatif?" Sejauh yang Saya yakini, ini bermakna negatif. "Alasan?" Mungkin apa yang terlintas dalam otak Anda yang baca ini postingan blog adalah alasan Saya.

Agriculture and Plantations with Renewable Energy for a Better Indonesia

Everyone need food. An elementary school child knows that food used for living.  But if we see the condition at the world this time,  whether food will be available for future life? Let’s see some fact. Nowadays, according PBB’s Secretary General, Ban Ki-moon, every 5 seconds there is 1 people died because of hunger around the world. Futhermore, Earth’s population has increased, which is in line with the increasing demands for food. For cases in Indonesia, to ensure food security, Indonesia has to import food. So what Indonesia can do about this? With area spread out at many island, Indonesia can do many thing about agriculture and plantations. Indonesia have 2 treasures, abundant water and soil. But, as the use for a better Indonesia, they are so unused. There are some issues why these unused treasures that happens. The most visible reason is Indonesian population is still concentrated to reside in Java and Sumatran. There are many factor how could this happen. First, still...

[Catatan] Pembangunan Ulang PKL di Dayang Sumbi

          Hari ini, 5 Februari 2013 mungkin bakal jadi hari paling bersejarah bagi setiap pedagang PKL Dayang Sumbi. Awan gelap dan disertai hujan lebat yang datang sejak siang hari tidak menghalangi semangat untuk tetap hidup sekelompok kecil masyarakat. Pada hari itu, mereka melakukan syukuran atas pembangunan ulang tempat jualan mereka di Dayang Sumbi. “Pembangunan Ulang”? Iya, karena tempat jualan mereka sebelumnya sudah digusur karena tempat tersebut tergolong zona merah menurut Perda Bandung. Dengan alasan mempertahankan hidup, mereka bangun ulang kembali yang sudah digusur dengan desain tempat jualan yang baru dibantu oleh mahasiswa FSRD ITB.            Menarik. Semacam keberanian perlawanan terhadap yang lebih mempunyai kuasa dengan alasan yang sangat manusia, kebutuhan mempertahankan hidup. Bahkan para pedagang dengan lantang mengklaim daerah Dayang Sumbi tempat meraka jualan selama ini bukan “Zona Merah”, tapi “Zona Raky...