Postingan

Howl

*dari novel The Midnigt Library - Matt Haig Ke hutan musim dingin Tak ada tempat lain 'tuk dituju Gadis ini berlari Dari semua yang dikenalnya Tekanan naik ke puncak Tekanan naik (tak mau berhenti) Mereka mau ragamu Mereka mau jiwamu Mereka mau senyum palsu Begitulah rock and roll Serigala-serigala mengepung Mimpi yang membuat meriang Serigala-serigala mengepung Jadi mulailah melaung Melolong, ke dalam malam, Melolong, sampai pagi datang, Melolong, giliranmu untuk melawan, Melolong, luruskan kesalahan Melolong melolong melolong melolong (Setan alas) Kau tak bisa melawan selamanya Kau harus tunduk Kalau hidupmu jalan di tempat Kau harus tanya kenapa (Kata-kata) Ingat Waktu kita masih cukup muda Tak takut hari esok Atau meratapi hari kemarin Dan kita hanyalah Kita Dan waktu hanyalah Sekarang Dan kita ada dalam Hidup Tidak berusaha naik menembus Seperti lengan dalam lengan baju Karena kita punya waktu Kita punya waktu untuk bernapas Masa gelap sudah datang Masa gelap telah bertandang ...

Basket Indonesia pun Serba Jakarta

Ada keresahan tersendiri sebelum final liga basket profesional Indonesia IBL tahun ini akan digelar kembali di akhir minggu ini. Bahwa ternyata, meskipun kualitas pelatih dan pemain lebih merata ke daerah lain, tidak hanya Jakarta, tetapi pada akhirnya, tim yang akan berhadapan di final tetaplah berasal dari Jakarta. Sejak Aspac bubar, sudah semacam keniscayaan final akan diisi oleh Satria Muda dan Pelita Jaya. Pikiran ini menguak ketika di tengah pertandingan kedua semifinal antara Prawira melawan Satria Muda berlangsung di Bandung hari minggu lalu. Prawira Bandung yang diunggulkan dengan kualitas pemainnya lebih baik, skema permainan yang variatif , dan menjadi tuan rumah, sudah harus babak belur, jauh sebelum pertandingan berakhir. Pertanyaannya yang kebuka adalah, sejauh apa ini hanya persoalan teknis di lapangan. Olahraga basket adalah salah satu cabang yang padat modal. Dasar argumen tersebut adalah dinilai dari hak sepatu yang lumayan tebal, bola yang lebih besar dan berkulit te...

Kembali ke Tanah Flores

 Setelah sekitar hampir 6 tahun, akhirnya diri saya menjejakkan kaki lagi di salah satu pulau di kepulauan Sunda. Dan dalam 6 tahun tersebut, perubahan begitu terasa. Setelah sekitar lebih dari satu hari di Labuan Bajo, ada baiknya saya merefleksikan ulang apa yang saya lewati, dibenturkan dengan pengalaman dahulu dan apa yang dipahami. Black coffee dari kafe La Bajo, di sekitar Kampung Ujung menjadi teman. Sebelum menuju kafe La Bajo, saya menyewa sepeda listrik dari NOA Bike  dan berkeliling sekitar Kampung Ujung hingga sedikit agak jauh ke selatan, dimana pemandangan penginapan dan toko tidak lagi terlihat. Menariknya, jalur trotoar dan bahkan sepeda cukup tersedia disana, tidak hanya di daerah padat turis. Saya pun makan di tempat makan siang ayam kampung terasi di tempat yang tidak ada turis sama sekali, hanya penduduk sekitar. Sebuah poin plus dari pembangunan besar-besaran ini, dimana tidak terkosentrasi ke satu tempat atau pihak saja yang diuntungkan. ( Anyway, untuk y...

Thomas Cup 2020, Pemersatu Bangsa

Setelah puasa gelar juara team event  selama 19 tahun, akhirnya tim badminton Indonesia meraih juaranya lagi di Thomas Cup 2020 tahun ini. Memori saya yang sedikit lupa ingat pada tahun 2002, tidak menyangka sudah selama ini Indonesia tidak meraih gelar. Selain faktor lamanya puasa yang membuat kemenangan ini begitu berkesan, keberhasilan ini juga bisa dilihat oleh beberapa faktor yang menyenangkan. Tanpa bermaksud mengabaikan capaian emas Olimpiade Greysia Polii dan Apriani, jika melihat dari proses yang sangat terganggu oleh kondisi pandemi dan lamanya puasa gelar beserta persoalan-persoalan di dunia olahraga negara ini, tentu saja pencapaian seperti ini sangat melegakan. Pernyataan tersebut bisa divalidasi dari keberjalanan tim di turnamen Sudirman Cup dan Thomas Cup. Bahkan, meskipun diunggulkan di seed pertama di turnamen Thomas Cup, mereka sempat mengalami perjuangan yang bersusah payah dari fase grup. Thailand dan Taiwan memaksa Indonesia harus memastikan kemenangan dari per...

Berjalan Kaki di Kampung Kota Taman Sari

Gambar
Dalam beberapa minggu terakhir, saya sudah beberapa kali berjalan kaki melintasi di kawasan perumahan padat penduduk di belakang kebun binatang Bandung. Kawasan yang dinamakan Taman Sari ini disebut juga sebagai kampung kota, baik secara penilaian akademik atau pandangan warga sekitar. Pendefinisian seperti ini terutama didorong oleh rapatnya ikatan sosial dan fisik bangunan di antara keluarga, di tengah perkotaan. Dalam perjalanan kakinya, saya sengaja memilih jalur yang dekat dengan aliran sungai Cikapundung. Alasan paling utama adalah sebagai panduan bakal kemana arah perjalanannya. Perlu diketahui, saking padatnya perumahan, sehingga lebar jalan sangat kecil, kemungkinan untuk tersesat di tempat seperti ini sangat tinggi. Jadi untuk mencegah hal tersebut, sangat penting kiranya untuk mengetahui arah aliran sungai mengalir. Alasan kedua adalah saya ingin melihat dan memerhatikan, kehidupan seperti apa yang berkembang di sekitar sungai. Pada zaman dahulu kala, peradaban manusia serin...

Juve's First Win in the League

 Akhirnya, setelah 4 pertandingan yang berakhir minim poin di awal musim, Juventus meraih kemenangan pertamanya melawan tuan rumah Spezia. Pertandingan berjalan sengit, terutama dengan tekanan yang begitu besar ke Juventus, dan Spezia yang berusaha memanfaatkan keadaan. Gol pertama Juventus dicetak oleh Moise Kean, setelah melalui skema umpang jauh dari Bonucci dan pantulan bola dari Rabiot. Spezia sempat membalas dua gol sekaligus, masing-masing di penghujung babak pertama dan permulaan babak kedua. Pada momen ini, anxiety begitu terlihat dari pemain, bangku cadangan, dan manajemen Juventus. Selanjutnya, Chiesa menyamakan kedudukan pertandingan, setelah bertarung dengan ngotot merebut bola dari pinggir lapangan dan membawanya ke dekat kotak penalti, yang kemudian diumpan kepada Morata. Setelah pertarungan cukup liar, bola jatuh kembali ke dekat kaki Chiesa, dan dengan tenang menggiring bola di antara bek lawan, sehingga terbuka ruang untuk mencetak gol. Sangat berkelas. Gol terakh...

CR7 dan Juventus, Terjebak Ambisi UCL

Gambar
Something has been lost from Juventus for almost 4 years . --- Sebelum pertandingan melawan Napoli, Juventus hanya meraih satu poin dari dua pertandingan awal di musim 20/21, dan mencetak tiga gol. Dua buah gol cepat yang disamakan di kemudian waktu oleh Udinese di pertandingan pertama, dan kekalahan satu gol tak berbalas melawan tim promosi, Empoli. Dan di penghujung minggu lalu, tambahan satu gol dari Alvaro Morata, tidak bermakna banyak. Selain karena tidak melalui proses yang direncanakan dan melalui blunder Kostas Manolas, tetapi ada dua gol bersarang di gawang Juventus karena kecerobohan Wojciech Szczesny dan Moise Kean. Another loss . Gol Koulibaly penanda kekalahan Juventus kedua di musim ini. Foto : EPA-EFE/CIRO FUSCO Sepertinya kembalinya Allegri ke bangku cadangan sebagai pelatih belum berarti banyak untuk mengubah keadaan. Musim masih panjang, tetapi momen untuk kontemplasi dan melihat keseluruhan sudah memaksa. Faktor-faktor seperti blunder pemain, strategi di lapangan...