Tangan Tetap Turun Memohon Maaf, Karena Perjalanan Kehidupan Tetap Berjalan

Sebenarnya ketika saat menulis blogpost ini sebelumnya, saya sudah merasa suasana lebaran tahun ini benar-benar seperti terasa menumpang lewat begitu saja. Meskipun jika suasana tersebut dibanding ketika saya berada di masa sangat mengabaikan sisi spiritual, atas dasar jiwa eksplorasi yang sedang menguat dan ketidakberterimaan diri untuk serta merta mengikuti status quo tanpa alasan yang saya terima, suasana sekitar akan hari lebaran yang tetap terasa oleh saya. Setidaknya, akan ada tamu yang datang ke rumah. Dan sebagai tuan rumah, sudah sepantasnya untuk melayani tamu semampu yang ia bisa, meskipun adanya perselisihan atau ketidaksamaan pandangan hidup. Ataupun juga jika dibandingkan dengan pengalaman saya yang sedang berlama-lama di Wae Rebo karena urusan proyek community development . Karena statusnya sebagai dewasa wisata yang sedang sangat melonjak jauh karena penghargaan UNESCO kepada rumah adat Niang, produk warisan budaya Manggarai, ada banyak turis yang datang berkunjung. Di...