Dua Buah Kiriman Buku

Dalam seminggu terakhir kemarin saya mendapat dua buah kiriman buku dari teman. Sebuah kiriman yang cukup menggembirakan, mengingat kondisi pandemik saat ini saya tidak bisa lihat-lihat berkeliling di toko buku atau berseliweran scrolling online shop. Walaupun saya saat ini sedang berusaha melebihkan fokus pribadi ke IELTS, energi terbarukan, IoT, data science, sistem energi, atau juga spititualitas, dan mereka pun sudah saya informasikan tentang hal ini, tetapi kiriman buku ini tetaplah suatu hal yang harus disyukuri.

Setidaknya juga, saya sudah mengatakan kepada mereka buku ini akan lama saya selesaikan, juga mengingat ada buku lain yang sudah dibeli yang sedang antri untuk dibaca (kelakuan memang hahaha).


Buku yang pertama adalah autobiografi dari Mahatma Gandhi, yang ditulis oleh Mahadev Desai dan dipublikasikan pada tahun 1927, yang berjudul "Gandhi, An Autobiography : The Story of My Experiment with Truth". Dipublikasikan pertama kali di Inggris oleh Penguin Books pada tahun 1982, dan yang saya terima adalah cetakan pada tahun 2007. Buku ini merupakan kumpulan tulisan Gandhi sendiri, akan perenungan hidup dan perkembangan spiritualnya, yang menjadi dasar bagi ia dalam memimpin aksi tanpa kekerasannya terhadap penindasan Inggris dan mendorong kemerdekaan India.

Penulis bukunya, Mahadev Desai, juga dikenal sebagai pejuang kemerdekaan India dan sekretaris pribadi Gandhi. Dalam sejarah, ia dinilai secara metafora seperti seorang Plato bagi Gandhi yang seorang Socrates.

Buku lainnya berjudul "My House in Damascus : An Inside View of The Syrian Crisis", yang ditulis oleh Diana Darke, seorang broadcaster BBC, penulis, dan expert dalam persoalan Timur Tengah. Dipublikasikan pertama kali pada tahun Agustus 2014, Darke mencoba menarik krisis Suriah pada sekitar tahun 2010, ke masa-masa sebelumnya. Ia menguraikan relasi rezim pemimpin Suriah, Bashar Al-Assad, dengan masyarakatnya, dan membandingkannya dengan negara-negara sekitarnya, seperti Mesir, Tunisia, dan Libia.

Dan layaknya buku autobiografi Gandhi, dimana buku itu diambil dengan sudut pandang kacamata Gandhi, Diana Darke juga menguraikannya sebagai pengalaman pribadi. Tidak hanya berdasarkan proses jurnalis atau risetnya, tetapi berhubung ia juga mempunyai rumah di Damaskus, pengalaman pribadinya juga cukup bersinggungan dalam perkembangan sosial dan politik Suriah.

---

Memang sangat berkutat dalam konteks sejarah dan politik dari dua buku yang ditawarkan, meskipun dengan kacamata pengalaman pribadi. Tapi tidak apalah, tetap kurangi saja fokus saya pada social science, tetapi tetap akan diusahakan dibaca nantinya. Mungkin ketika pandemik ini sudah lewat, dan jika sekiranya sains mendapatkan tempat yang cukup baik di Indonesia, situasi akan berbalik. Pengetahuan seperti ini akan lebih digunakan nantinya.

Yin dan Yang.

Komentar