Postingan

Cara Belajar

Gambar
Ketika tulisan ini dituliskan, tanggal menunjukkan pada 16 Juni 2014. Sesuai jadwal FIFA, tanggal ini adalah kisaran tanggal dimana merebaknya virus World Cup. Dan gw gak mau ketinggalan untuk gak ikutan demam. haha. Tapi tulisan ini bukan bercerita tentang World Cup, tapi mau cerita sedikit dengan cara belajar gw selama ini. Tentang World Cup maah, Italia maah bakal juara itu ntar. Asek Kalau dipikir2, proses belajar gw banyak dimulai karna memahami seluk beluk sepakbola. Sepakbola bukan sesimpel 22 orang ngerebutin 1 bola, kemudian masukin ke gawang, dan "gol". Untuk mencapai tahap yang disebut dengan "gol", butuh proses yang harus dilalui. Ya terserah pelatih dan playmakernya mau proses seperti apa. Dan jangan lupakan, ada orang-orang yang tidak kelihatan di TV, tapi mungkin orang2 tersebut yang paling berpengaruh untuk mencapai kondisi "gol". dan belum lagi dengan fungsi suporter. Cerita paling seru dari sepakbola mungkin dari sejarah rivalitas Barc...

Pidato Jokowi di Rakernas Nasional Demokrat

Gambar
Setelah sekian lama, diupdate juga lah ini blog *fiuh-fiuh*. Saat ini Indonesia sedang dalam suasana menuju Pemilihan Presiden RI 2014-2019. Karena merasa kegelitik, saya ingin sedikit komentar dengan salah satu bagian proses menuju pesta demokrasi negeri ini. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sebelum menceritakan isi postingan ini, saya ingin menegaskan saya bukanlah pendukung Jokowi (lebih tepatnya belum menentukan keputusan mau milih yang mana, ilmu dan pengalaman pribadi masih dangkal), dan juga bukan orang yang suka mengangkat isu SARA. Saya memakai judul dengan kata-kata "Pidato Jokowi" hanya untuk memancing orang-orang untuk membaca. Mengenai unsur SARA sendiri, saya terkadang memakai isu SARA hanya untuk orang-orang yang udah lumayan kenal dengan saya sebagai bahan candaan (jujur lho hahaha). Tapi benar-benar hanya sebatas itu. Tapi info tentang Jokowi yang me...

Otak Gila

Saya pikir ini pengalaman yang biasa saja bagi orang banyak, tapi cara saya merasakan mungkin yang agak sedikit enggak waras. Dulu, sewaktu masih tinggal di Padang, di pekarangan rumah lumayan luas terdapat pohon jambu yang bisa dikatakan lumayan besar. Karena kota Padang cukup panas, dedaunan dari pohon sering berjatuhan di perkarangan. Akibatnya, itu pekarangan harus sering disapu. Minimal 3 kali seminggu lah, siapapun itu. Pernah suatu hari, sampah-sampah daun ini sangat numpuk.di depan rumah. Maklum, waktu itu orang-orang rumah seingat saya emang lagi sibuk-sibuknya dan pekarangan dibiarkan aja. Yang makin heboh dilihat oleh mata, rumput liar merajalela. Karena ribet mesti ngebakar daun-daun yang jatuh dan juga harus mencabut rumput-rumput, apalagi pekarangan rumah bisa dikatakan cukup luas, ide menarik muncul dari ibu saya. Semua sampah kami ratakan menyebar ke area rerumputan, kemudian dibakar. Karena siang lagi sibuk, malamnyalah kami bakar. Mulai disinilah yang menurut s...

Berpikir Jauh (Sedikit) tentang Mati Lampu

Gambar
Karena disinggung oleh teman saya di dunia twitter @iMarhamahfa dan juga mention akun @infosumbar mengenai kejadian mati lampu yang sering terjadi di akhir-akhir ini di Padang, saya akan mencoba untuk membagi apa yang terlintas dalam pikiran saya. ----------------------------------------------------------------------------------------------------------- Sebelumnya, baca dulu rujukan link ini http://jalaluddin-rumi-p.blog.ugm.ac.id/2012/12/08/distorsi-distribusi-energi-listrik-indonesia/ Dapat dilihat dalam link tersebut, perkembangan distribusi energi listrik di Indonesia teramat tidak merata. Terdapat penumpukan aliran daya di pulau Jawa, tetapi tidak pada pulau-pulau lainnya. Hal tersebut sesuai dengan yang warga Sumbar rasakan. Begitu juga dengan posisi saya yang saat ini berada di kota Medan, juga mengalami hal yang tidak jauh berbeda. Sekedar info, saking kesalnya masyarakat karena sering mati lampu sewaktu bulan Ramadhan, udah beberapa kali terjadi demo masyarakat ke PLN. Ya...

@damnitstrue

Gambar
Coba lihat gambar di bawah ini. "Baca nama akunnya dan isi twit di gambar di atas, common way of thinking heh?" Twit di atas dibuat oleh akun twitter yang udah lumayan banyak difollow pengguna twitter dunia. Dan twit itu uda di retweet bahkan difavorite oleh banyak orang (bahkan mungkin aja juga oleh org yg enggak follow itu akun). Sekarang yang menjadi pertanyaan adalah, "itu twit benar ada atau enggak?". Faktanya, (terlalu) benar. Enggak perlu jauh-jauh, cari aja di sekitar lingkungan kita. Pertanyaan selanjutnya, "itu twit bermakna positif atau negatif?" Sejauh yang Saya yakini, ini bermakna negatif. "Alasan?" Mungkin apa yang terlintas dalam otak Anda yang baca ini postingan blog adalah alasan Saya.

Agriculture and Plantations with Renewable Energy for a Better Indonesia

Everyone need food. An elementary school child knows that food used for living.  But if we see the condition at the world this time,  whether food will be available for future life? Let’s see some fact. Nowadays, according PBB’s Secretary General, Ban Ki-moon, every 5 seconds there is 1 people died because of hunger around the world. Futhermore, Earth’s population has increased, which is in line with the increasing demands for food. For cases in Indonesia, to ensure food security, Indonesia has to import food. So what Indonesia can do about this? With area spread out at many island, Indonesia can do many thing about agriculture and plantations. Indonesia have 2 treasures, abundant water and soil. But, as the use for a better Indonesia, they are so unused. There are some issues why these unused treasures that happens. The most visible reason is Indonesian population is still concentrated to reside in Java and Sumatran. There are many factor how could this happen. First, still...

[Catatan] Pembangunan Ulang PKL di Dayang Sumbi

          Hari ini, 5 Februari 2013 mungkin bakal jadi hari paling bersejarah bagi setiap pedagang PKL Dayang Sumbi. Awan gelap dan disertai hujan lebat yang datang sejak siang hari tidak menghalangi semangat untuk tetap hidup sekelompok kecil masyarakat. Pada hari itu, mereka melakukan syukuran atas pembangunan ulang tempat jualan mereka di Dayang Sumbi. “Pembangunan Ulang”? Iya, karena tempat jualan mereka sebelumnya sudah digusur karena tempat tersebut tergolong zona merah menurut Perda Bandung. Dengan alasan mempertahankan hidup, mereka bangun ulang kembali yang sudah digusur dengan desain tempat jualan yang baru dibantu oleh mahasiswa FSRD ITB.            Menarik. Semacam keberanian perlawanan terhadap yang lebih mempunyai kuasa dengan alasan yang sangat manusia, kebutuhan mempertahankan hidup. Bahkan para pedagang dengan lantang mengklaim daerah Dayang Sumbi tempat meraka jualan selama ini bukan “Zona Merah”, tapi “Zona Raky...