Postingan

Kesabaran di Dalam Air Berlumpur?

Hari ini, notifikasi aplikasi Daily Tao memberikan quote -nya, Trying to understand is like straining through muddy water. Have the patience to wait! Be still and allow the mud to settle.  Benarkah? --- Posisi saya di basket adalah playmaket atau shooting-guard . Jika sedang menjadi playmaket , sejujurnya, quote  di atas sering saya lewati dan harus pahami. Seringkali, karena prioritasnya adalah mengatur serangan, meskipun ada ruang kosong yang mungkin terbuka, saya harus mempertimbangkan kemungkinan lainnya terlebih dahulu. Apakah ruang kosong ini sesuatu yang lebih baik daripada peluang-peluang yang tidak saya lihat. Pemikiran sabar diperlukan. Itulah sebabnya seorang playmaket  tidak boleh sering-sering melihat ketika menggiring bola, karena mengurangi kemungkinan suatu peluang yang lebih baik untuk bisa terlihat oleh mata. Apalagi suatu tim yang diatur ini tidak sekedar bermain santai, tetapi ada skema atau pola yang disepakati bersama atau diminta pelatih. ...

Pandemik dan Bulan Puasa

Hari ini sudah memasuki hari ke enam bulan puasa. Jika mengingat selama beberapa tahun terakhir saya tidak berpuasa secara penuh, bahkan tidak berpuasa sama sekali, sepertinya perlu diapresiasi juga bahwa fisik, pikiran, dan mentalitas saya cukup stabil dalam melewatinya. Puasa memang masih ada tersisa 24 hari, tapi langkah awal yang baik juga bagian penting dalam perjalanan. Sebuah kebetulan yang pas, ketika memikirkan bulan puasa ini datang di saat pandemik Covid-19. Dengan menjaga jarak dan aktivitas yang harus dilakukan, pikiran yang sudah mulai dibiasakan dengan lebih banyak di rumah, menjadi terbiasa berlanjut. Tentu menilai keberjalanan puasa saya ini pun tidak bisa mengabaikan keberadaan internet, dimana kehadirannya memberikan ruangan yang lebih luas, dan sayangnya juga liar. Yang dimaksud liar disini tidak hanya tentang dark web atau sebagainya,   tetapi bagi yang tidak bijak berada di dalamnya, mereka akan tersesat di dalamnya. Contoh simpelnya, berapa orang yang ...

Anak-anak, Ruang Bermain, Struktur Kota, Sekolah, dan Internet

Saat ini saya tinggal di Surapati, di sekitar jalan Gagak. Ketika berada sangat sering di rumah demi memutus rantai pandemik seperti ini, ada salah satu realita yang terlihat. Realita yang sepertinya sudah tidak terperhatikan, tapi semakin tidak diperhatikan karena fokus yang harus dihadapi oleh masyarakat dan pemerintah. Yaitu lahan bermain anak-anak. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun mengalami kebingungan ketika biasanya mereka sudah berada di sekolah di pagi buta, sekarang proses pembelajaran lebih sering di rumah. Keadaan yang sebenarnya sudah seharusnya dilakukan sejak dahulu bersamaan dengan kemajuan teknologi, tetapi mendapatkan momennya di masa pandemik. Di awal-awal diumumkannya kasus pertama di Indonesia, anak-anak yang sudah dirumahkan mencari teman-teman tetangganya yang juga di rumah. Pengamatan pribadi di sekitar kawasan Gagak, mereka bertemu dan bermain bola. Karena tiadanya ruang luas yang tersedia, ataupun kalau ada, posisinya agak jauh dari rumah, mereka ber...

[Copas Tulisan] Tentang Seni

Beberapa hari yang lalu, Arief Budiman telah meninggal. Sebagai seorang akademisi, penulis, mantan aktivis pergerakan demokrasi, dan juga kokoh dari Soe Hok Gie, beliau meninggalkan banyak hal yang bisa dipahami ulang pada zaman sekarang. Setidaknya, bagi saya yang dulu sering membaca buku Catatan Seorang Demonstran dari Gie, perlu juga memahami apa yang dipikirkan oleh kokohnya. --- Manusia Sebagai Makhluk Berkebebasan dan Berkemungkinan KREATIVITAS adalah kesanggupan untuk melihat kemungkinan yang lebih sempurna dan merealisasikannya. Dalam dun ia ini hanya manusia yang memiliki kemungkinan – karenanya hanya manusia yang mungkin kreatif. Untuk melihat hal ini, kita terpaksa terjun ke filsafat antropologi. Hakikat dari kemanusiaan primer adalah eksistensinya. Dia tidak primer memiliki esensinya yang sudah serba tertentu. Ketika seorang manusia dilahirkan – dia belum menjadi apa-apa. Kata kaum eksistensialis, “Ketika kau berhadpan dengan seorang bayi yang baru dilahirkan, ...

Filmnya Pendek, Tapi Kualitasnya Dilihat Dulu

Gambar
Sebagai bagian kesibukan di dalam rumah, berikut ini adalah film-film pendek yang saya tonton  (dan juga saya rekomendasikan) dalam beberapa hari terakhir. --- Judul : Anak Lanang Perjalanan setelah pulang sekolah dengan menggunakan becak ternyata berujung pertengkaran antara sesama anak. Tukang becak, dengan pendidikan yang tidak terlalu tinggi, mencoba mendamaikan dan memberikan apa yang ia bisa kepada mereka. Judul : Menanti Keajaiban Takdir kehidupan memang sudah ada yang menuliskan, dan menerima keadaan yang sudah ada, mungkin pilihan yang terbaik. Tetapi setelah menemui seorang pelanggan, seorang pedagang kacamata berusaha mengubahnya dan menemui penulisnya. Judul : Elegi Melodi Mengetahui penyakit semakin parah, seorang ibu berusaha mewujudkan mimpi masa kecilnya untuk mempunyai lagu dan meminta anaknya untuk merealisasikan pembuatan video clip , sebagai kenang-kenangan untuk kedua anaknya setelah ia meninggal. Judul : KTP Sebagai pegawai ke...

Mimpi Pagi Ini

Sambil mendengarkan lagu-lagunya Laze , sepertinya saya masih bisa sedikit membayangkan mimpi tadi pagi. Disebut tadi pagi, karena saya bermimpi ketika tidur setelah sahur, bukan sebelumnya. Ketika sedang bersantai belajar dan membuka laptop, adik saya membawa seekor kucing liar ke dalam rumah. Keadaan berlangsung seperti biasa ketika menerima kabar itu, seperti yang di rumah memberikannya makan, menyiapkan tempat istirahatnya di dalam rumah, atau mempersiapkan tempat ia buang air. Pada suatu hari, ketika saya sedang bercengkrama dengan kucing ini, ia ternyata bisa berbicara. Bahkan saya mengajarkan beberapa pelajaran bahasa ke ia. Dan pada suatu waktu, ia berubah menjadi manusia. Cerita yang aneh, tapi namanya juga mimpi. Kemudian pada suatu hari, keluarga akan mengikuti acara. Karena saya tidak bisa membawa mobil, kucing yang sedang menjelma menjadi manusia mengantarkan kami ke tempat tersebut. Awalnya hanya anggota keluarga yang lain turun. Saya dan si kucing ini pergi singgah...

Rasa Pahit untuk (Kemungkinan) Perubahan Bangsa

Rasanya cuaca Bandung yang sering mendung dan bahkan hujan berjam-jam dalam beberapa minggu terakhir, seperti menggambarkan pikiran saya tentang negara ini. Mitigasi bencana non-alam yang sangat bermasalah, hak berpendapat yang semakin ditekan secara terang-terangan, infrastruktur politik pendukung penguasa, kurangnya visi dan dukungan manajemen riset dan pengembangan teknologi, adalah beberapa hal yang cukup menyita pikiran. Tentu saya sering mencoba memindahkan pola pikir untuk sering melihat secara gambaran luas. Terutama bagi saya, momen seperti ini dan seterusnya hingga tahun depan seperti momen paling menyakitkan, demi yang terbaik. Sudah beberapa kali saya pun membayangkan dan menceritakannya dalam blog ini. Misalkan untuk sains saja mungkin butuh momen seperti ini menaikkan perhatian orang akan pentingnya sains dalam pengembangan kebudayaan bermasyarakat dan bernegara. Masalahnya, saya tidak bisa mengelak kekecewaan yang begitu mendalam, mengingat ketika SD saya segitu ...