Filmnya Pendek, Tapi Kualitasnya Dilihat Dulu
Sebagai bagian kesibukan di dalam rumah, berikut ini adalah film-film pendek yang saya tonton (dan juga saya rekomendasikan) dalam beberapa hari terakhir.
---
Judul : Anak Lanang
Perjalanan setelah pulang sekolah dengan menggunakan becak ternyata berujung pertengkaran antara sesama anak. Tukang becak, dengan pendidikan yang tidak terlalu tinggi, mencoba mendamaikan dan memberikan apa yang ia bisa kepada mereka.
Judul : Menanti Keajaiban
Takdir kehidupan memang sudah ada yang menuliskan, dan menerima keadaan yang sudah ada, mungkin pilihan yang terbaik. Tetapi setelah menemui seorang pelanggan, seorang pedagang kacamata berusaha mengubahnya dan menemui penulisnya.
Judul : Elegi Melodi
Mengetahui penyakit semakin parah, seorang ibu berusaha mewujudkan mimpi masa kecilnya untuk mempunyai lagu dan meminta anaknya untuk merealisasikan pembuatan video clip, sebagai kenang-kenangan untuk kedua anaknya setelah ia meninggal.
Judul : KTP
Sebagai pegawai kecamatan, Darno ditugaskan untuk memastikan semua orang mempunyai KTP. Tetapi ia harus menemukan kesulitan ketika bertemu Mbah Karsono yang beragama Kejawen.
Judul : Purnama di Terminal 3
Terhambat oleh penundaan pesawat terbang, seorang penumpang diajak oleh orang yang baru dikenalnya, untuk mengobrol dan bercengkrama selama menghabiskan waktu di bandara.
Judul : Lemantun
Ada lima lemari yang dibeli di setiap kelahiran anaknya. Dan kini, setelah semua anak sudah tumbuh dewasa, semua lemari itu akan diwariskan kembali oleh ibu mereka.
Judul : Natalan / Desember
Setelah sekian lama merantau, kini saatnya seorang anak pulang ke rumah menemui ibunya yang sudah tua di Jogja di momen malam Natal. Sayangnya, perjalanan yang tidak mulus mengganggu rencananya.
Judul : Balik Jakarta
Sebagai lulusan jurusan akuntansi, Togar harus menerima kenyataan harus melanjutkan hidup sebagai tukang ojek dan sudah bertahun-tahun tidak pulang ke Medan. Pertemuannya dengan Gunter, yang berkebangsaan Jerman tetapi mempunyai masa kecil di Jakarta, mendorongnya lebih jauh terhadap realita tersebut.
Judul : Tinuk
Tinuk, istri dari seorang tukar parkir, berkeluh kesah karena belum mempunyai handphone yang bisa digunakan untuk bermain facebook dan selfie.
Komentar
Posting Komentar