Observasi Langkah
Sudah hampir sebulan saya lebih sering di rumah. Sejauh ini, rutinitas menulis blog dan workout tetap bisa dilakukan. Bahkan sudah mengarah dalam bentuk kebiasaan. Ketika suatu hari mengniatkan diri untuk tidak ingin melakukan hal tersebut, ternyata niat tersebut terkalahkan disaat laptop sudah dihidupkan dan badan sudah dibawa bergerak setelah beranjak dari tempat tidur.
Ritme bangun tidur dan belajar mandiri online course mulai sering terganggu. Yang awalnya setelah sakit (beberapa minggu sebelum kasus pertama Covid 19 diumumkan di pemerintah pusat Indonesia) saya terbiasa bangun jam 3an dini hari, perlahan-lahan berubah menjadi ketika subuh, kemudian berubah lagi menjadi jam 6, jam 9an, dan sekarang menjadi beberapa kali terbangun di sekitar jam 11.
Belajar mandiri pun juga mulai beberapa kali menemui kendala, walau tidak sesering bangun pagi. Setelah bangun, biasanya pikiran akan dibawa berlama-lama mendengarkan musik atau video lucu, sebelum membaca atau menonton hal yang menarik fokus agak dalam. Belum lagi jika sedang mengalami kesulitan mencari ide tulisan yang ingin dituliskan di blog ini atau dalam kebingungan mencari kata dan kalimat yang tepat tentang yang akan dituliskan. Jika sudah sampai tahap seperti ini, bukannya mundur dari menulis, pandangan mata menerawang dan melamun, atau dribble bola basket di kamar, sambil mencari penggambaran yang tepat. Sehingga secara tidak langsung, beberapa kali perasaan akan kehabisan waktu karena menulis menjadi sering muncul.
Dan seringkali pula, ketika merasa waktu belum digunakan untuk belajar, saya akan mengambil jam waktu tidur. Dengan penggambaran seperti ini, sudah kelihatan siklusnya perubahannya.
Keinginan untuk olahraga lari pun menjadi sulit dilaksanakan. Waktu paling feasible untuk berlari saat ini di Bandung adalah pagi hari. Karena di pagi hari waktu sudah dipakai untuk tidur atau nulis blog (jika sekiranya bangun sekitar jam 6-8), tentu harapan untuk berlari dilakukan di sore hari. Di Bandung, sudah hampir dua minggu hujan mengguyur. Tidak tanggung-tanggung, hujan yang turun cukup lebat, bahkan beberapa daerah mengalami kebanjiran. Kabar yang saya terima, BPBD atau pemerintah daerah terkait kalang kabut menentukan prioritas yang harus ditangani saat ini.
Dengan kondisi demikian, rencana lari sore pun tidak bisa dilakukan. Jadi sepertinya, siklus yang tergambarkan di atas harus dikonfrontasi kembali.
Ada sedikit keuntungan, terhitung hari ini, secara official status sudah tidak berada dalam kondisi bekerja. Tidak serta merta dipecat karena kondisi krisis yang sedang terjadi, seperti yang dialami banyak orang, saya memilih mengundurkan diri, dengan pertimbangan-pertimbangan yang sudah beberapa kali digambarkan secara eksplisit atau implisit di beberapa postingan blog ini. Saya masih mempunyai beberapa aktivitas di beberapa komunitas atau beberapa orang yang membutuhkan mengobrol, berdiskusi, atau koordinasi via telepon. Tetapi secara garis besar, ada sedikit keleluasaan waktu untuk menata kembali kebiasaan-kebiasaan yang tidak sehat secara bertahap.
Sambil mendengarkan lagu "Samara" dari Barasuara, saya kira cukup untuk saat ini penggambaran dan evaluasi dari langkah yang sedang dilakukan.
Sambil mendengarkan lagu "Samara" dari Barasuara, saya kira cukup untuk saat ini penggambaran dan evaluasi dari langkah yang sedang dilakukan.
Komentar
Posting Komentar