Perjalanan Spiritual dan Reflektif Koyaanisqatsi
Koyaanisqatsi berasal dari bahasa Hopi, yang mempunyai arti ; 1. kekacauan hidup, 2. kehidupan dalam kebingungan, ketidakjelasan, 3. ketidakseimbangan hidup, 4. kehidupan yang tidak berkesinambungan, 5 momen dalam hidup yang memanggil bentuk lain dari kehidupan.
Secara perlahan-lahan, gambar dipindahkan ke pemandangan alam lainnya, seperti gunung dan lautan luas. Dengan karunia alam yang besar, penonton diarahkan untuk melihat proses dari usaha manusia untuk memanfaatkannya lewat pertambangan dan perminyakan, yang kemudian disebarkan melalui jaringan transmisi dan distribusi.
Dengan pengartian seperti itu, pada tahun 1982, Godrey Reggio memberikan gambaran imajinasinya lewat film eksperimental dengan judul yang sama. Berdasarkan website resminya, film ini diproduksi untuk menampilkan perbenturan dari kehidupan kota dan teknologi dengan lingkungan.
Mengambil latar belakang Amerika Serikat, film ini mengkombinasikan potongan gambar yang bersifat repetitif dan intensitas yang cukup dalam. Dimulai dari jejak peninggalan berupa gambar di goa (yang sepertinya kemungkinan besar ditinggalkan oleh suku native Hopi), gambar dipindahkan secara mendadak ke peluncuran roket. Gurun yang selama ini merupakan tempat terideal untuk melakukan pelucuran, diperlihatkan secara lebih luas dengan keheningannya.
| Sumber : https://www.imdb.com/title/tt0085809/ |
Dimulai dari sana, keinginan manusia sepertinya tidak ada habisnya. Transportasi dan bangunan pun berkembang. Tetapi dengan jiwa yang sudah menjauh dari alam, ketika suatu hal terlihat sudah tidak bermanfaat, akan begitu mudah manusia meninggalkan atau menghancurkannya. Budaya konsumtif mulai jadi bagian suatu bentuk normal dalam peradaban. Tidak hanya secara komunal, budaya konsumtif ini juga yang mendorong konsumsi pribadi yang berlebihan, seperti smakanan, tempat hiburan, dan media.
Kondisi yang semakin jauh dari alam ini, yang pada akhirnya membenturkan manusia secara tidak langsung dengan realita itu sendiri. Konflik horizontal, depresi, dan resesi ekonomi adalah hal yang tidak bisa terelakkan. Life out of balance pun lebih telihat, seperti yang dimaknakan oleh Koyaanisqatsi.
Godrey Reggio pun sepertinya melemparkan pertanyaan refektif kepada penonton di bagian akhir film, "apa arti dari roket diterbangkan tinggi selama ini"?
---
Film eksperimental pertama yang saya tonton adalah Samsara, yang dipublikasikan pada tahun 2011. Pada titik tersebut, saya melihat bentuk produksi film yang bisa menjadi media spiritual bagi orang lain, atau setidaknya sebagai objek bahan observasi.
New York Times memberikan pandangannya tentang film ini pada tahun 1982, "Koyaanisqatsi is an oddball and - if one is willing to put up with a certain amount of solemn picturesqueness - entertaining trip."
Saya setuju.
Komentar
Posting Komentar