Mimpi Pagi Ini

Sambil mendengarkan lagu-lagunya Laze, sepertinya saya masih bisa sedikit membayangkan mimpi tadi pagi. Disebut tadi pagi, karena saya bermimpi ketika tidur setelah sahur, bukan sebelumnya.

Ketika sedang bersantai belajar dan membuka laptop, adik saya membawa seekor kucing liar ke dalam rumah. Keadaan berlangsung seperti biasa ketika menerima kabar itu, seperti yang di rumah memberikannya makan, menyiapkan tempat istirahatnya di dalam rumah, atau mempersiapkan tempat ia buang air.

Pada suatu hari, ketika saya sedang bercengkrama dengan kucing ini, ia ternyata bisa berbicara. Bahkan saya mengajarkan beberapa pelajaran bahasa ke ia. Dan pada suatu waktu, ia berubah menjadi manusia. Cerita yang aneh, tapi namanya juga mimpi.

Kemudian pada suatu hari, keluarga akan mengikuti acara. Karena saya tidak bisa membawa mobil, kucing yang sedang menjelma menjadi manusia mengantarkan kami ke tempat tersebut. Awalnya hanya anggota keluarga yang lain turun. Saya dan si kucing ini pergi singgah sebentar menuju suatu museum, yang menampilkan suatu jejak dengan tulisan-tulisan dokumen tua di dinding. Tulisannya apa saja, saya lupa.

Di sana, kami bertemu Kobe Bryant. Ia memandu kami untuk mengelilingi museum. Sebelum pergi, ia memberikan sepatah dua kata. Saya lupa apa yang ia katakan, tetapi saya yakin ia berbicara dengan nada yang lantang dan kuat. Ia pun turut menemani kami menju acara keluarga, di kedubes Irlandia.

Kedubes Irlandia ini begitu mengagumkan. Ada patung-patung klasik di sudut-sudut ruangan, beserta air mancurnya. Kami pun dipandu oleh orang dari kedubes untuk mengambilkan hidangan Eropa yang sangat mengguggah selera. Favorit saya, spaggetti, berada disana menanti. Tapi yang menarik bagi saya bukanlah itu.

Di pekarangan luas yang mereka miliki, berjejer banyak tanaman yang diletakkan di dinding. Saking banyaknya dan penyusunan yang menarik mata, suasana alam segitu terasa, padahal di sekitarnya hanya ada rumput atau beberapa pepohonan.

Di belakang saya, orang-orang yang sedang sibuk makan meminta saya untuk ikut turut serta makan dahulu. Mereka memberikan pendapat, tetapi saya memberikan tanggapan lain. Saya lupa apa pendapat mereka dan apa yang saya ucapkan, tetapi saya ingat, layaknya Kobe Bryant di museum, saya memberikan pendapat dengan lantang dan kuat juga. Dan saya ingat, suara yang dikeluarkan adalah suara yang sangat kuat hingga membuat orang terdiam dan termenung.

---

Sepertinya tontonan ketika sahur, yaitu perjalanan musilm traveler di Irlandia dan acara Food Story, yang bercerita tentang peringatan Asia Afrika di Bandung dan makanan-makanan yang dihidangkan pada zaman itu, mempengaruhi mimpi saya.

Tetapi sesungguhnya, entah karena saya sedang berfokus ke diri saya atau hanya sekedar kebetulan, akhir-akhir ini saya beberapa kali mengalami mimpi di dalam mimpi. Atau bahasa ilmiahnya, false awakening. Jika ada yang bingung apa yang saya maksud, bisa menonton ulang film Inception.

Jadi, berhubung hingga beberapa jam setelah bangun saya masih kepikiran mimpi tadi pagi, baiklah kiranya saya tuangkan saja disini. Sambil memikirkan apa maknanya ke depannya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Resensi Buku] Sekilas tentang Ali Moertopo