Me vs Me, Selamat Berpuasa
Sebuah kebetulan yang pas atau mungkin ada faktor kesengajaan, ketika beberapa hari sebelum bulan Ramadhan tiba, National Geographic menayangkan ulang The Story of God with Morgan Freeman menayangkan episode "Search for The Devil". Morgan Freeman mencari tahu seperti apa iblis menurut beberapa Kristiani, Budhisme, dan Hinduisme dan bagaimana mereka memahami dan meresponnya.
Perjalanan Morgan Freeman dimulai dengan berkunjung ke gereja di tengah gurun. Bagi kristiani, setan adalah keberadaan yang akan selalu ada di sebelah umat manusia, dan berlangsung seumur hidup. Dalam suatu kisah, Jesus sedang melakukan perjalanan di tengah gurun. Dalam lapar dan haus yang tak terkira, iblis datang menghampiri dan memberikan saran kepada Jesus untuk mengubah batu menjadi makanan. Jesus menolak.
Kebulatan tekad Jesus melawan godaan itu menjadi dasar bagi pengikutnya untuk melakukan puasa atau perjalanan. Menurut mereka, ujian sesungguhnya bagi manusia dalam menghadapi godaan setan ketika dalam posisi terendah dalam hidupnya. Dan ketiadaan makanan adalah bagian dari simbolisasi tersebut. Dengan alasan yang sama pula menjadi dasar dilakukannya ritual pengusiran setan (exorcism), karena pengaruh iblis sudah memasuki diri mereka, ketika momen terendah dalam hidupnya.
Dalam pertemuan Morgan Freeman selanjutnya dengan Buddhisme di Kathmandu, Nepal, ditunjukan suatu ritual untuk mengundang roh jahat datang. Dengan anggur yang sudah dipersiapkan dalam gelas, kemudian disebarkan ke pekarangan luas. Ketika roh jahat sudah datang karena aroma anggur, gelas yang sudah kosong ditukar dengan teh, dan roh jahat diajaklah berbicara. Diharapkan dengan ini, roh jahat akan berubah menjadi kekuatan terbaik untuk membantu kehidupan.
Menurut biksu, pada dasarnya dalam setiap diri manusia terdapat roh jahat. Tetapi akan lebih mudah membayangkannya sebagai entitas dari luar, yang menjadi dasar dilakukannya ritual itu.
Perjalanan dalam episode berakhir dengan kunjungan Morgan Freeman memperingati Dasara, 10 hari libur menghormati kemenangan atau seorang raja yang ingin menguasai dunia setelah diberikan karunia kekuatan yang setara dewa. Perayaan kebebasan dari cengkraman tersebut dinikmati dengan kumpul bersama semua generasi keluarga dalam rumah dan menaiki ayunan yang cukup besar. Setiap dorongan ayunan semakin cepat dan tinggi, semua orang akan merasakan rasanya "terbang" dalam kebebasan.
---
Begitulah sekiranya makna filosofis yang bisa digunakan dalam menjalani puasa tahun ini. Dengan keadaan berpuasa dan juga kemungkinan besar Idul Fitri yang tidak seperti biasanya karena pandemik, saatnya menghadapi diri sendiri dalam perjalanan 30 hari. Dengan mengambil posisi di luar tubuh sendiri (outside of the box, istilah kekiniannya), diperlihatkan bagaimana jejak yang ada dalam diri dan bagaimana proses transformasi yang bisa dilakukan untuk mengubahnya menjadi hal yang bermanfaat bagi hidup. Dengan demikian, terbang tinggi dalam kemenangan Idul Fitri bukan lagi imajinasi.
Bagi yang membaca postingan blog ini, mohon maaf dan lahir bathin semuanya. Mohon maaf atas semua kesalahan yang disengaja dan tidak disengaja. Jika ada kesalahan yang tidak bisa saya ubah, jadikan hal itu sebagai pendorong bagi diri Anda untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam mengarungi lautan kehidupan. Semoga kita bersama-sama bisa berada di hari kemenangan.
Selamat berpuasa bagi yang menjalankannya.
Perjalanan Morgan Freeman dimulai dengan berkunjung ke gereja di tengah gurun. Bagi kristiani, setan adalah keberadaan yang akan selalu ada di sebelah umat manusia, dan berlangsung seumur hidup. Dalam suatu kisah, Jesus sedang melakukan perjalanan di tengah gurun. Dalam lapar dan haus yang tak terkira, iblis datang menghampiri dan memberikan saran kepada Jesus untuk mengubah batu menjadi makanan. Jesus menolak.
Kebulatan tekad Jesus melawan godaan itu menjadi dasar bagi pengikutnya untuk melakukan puasa atau perjalanan. Menurut mereka, ujian sesungguhnya bagi manusia dalam menghadapi godaan setan ketika dalam posisi terendah dalam hidupnya. Dan ketiadaan makanan adalah bagian dari simbolisasi tersebut. Dengan alasan yang sama pula menjadi dasar dilakukannya ritual pengusiran setan (exorcism), karena pengaruh iblis sudah memasuki diri mereka, ketika momen terendah dalam hidupnya.
Dalam pertemuan Morgan Freeman selanjutnya dengan Buddhisme di Kathmandu, Nepal, ditunjukan suatu ritual untuk mengundang roh jahat datang. Dengan anggur yang sudah dipersiapkan dalam gelas, kemudian disebarkan ke pekarangan luas. Ketika roh jahat sudah datang karena aroma anggur, gelas yang sudah kosong ditukar dengan teh, dan roh jahat diajaklah berbicara. Diharapkan dengan ini, roh jahat akan berubah menjadi kekuatan terbaik untuk membantu kehidupan.
Menurut biksu, pada dasarnya dalam setiap diri manusia terdapat roh jahat. Tetapi akan lebih mudah membayangkannya sebagai entitas dari luar, yang menjadi dasar dilakukannya ritual itu.
Perjalanan dalam episode berakhir dengan kunjungan Morgan Freeman memperingati Dasara, 10 hari libur menghormati kemenangan atau seorang raja yang ingin menguasai dunia setelah diberikan karunia kekuatan yang setara dewa. Perayaan kebebasan dari cengkraman tersebut dinikmati dengan kumpul bersama semua generasi keluarga dalam rumah dan menaiki ayunan yang cukup besar. Setiap dorongan ayunan semakin cepat dan tinggi, semua orang akan merasakan rasanya "terbang" dalam kebebasan.
---
Begitulah sekiranya makna filosofis yang bisa digunakan dalam menjalani puasa tahun ini. Dengan keadaan berpuasa dan juga kemungkinan besar Idul Fitri yang tidak seperti biasanya karena pandemik, saatnya menghadapi diri sendiri dalam perjalanan 30 hari. Dengan mengambil posisi di luar tubuh sendiri (outside of the box, istilah kekiniannya), diperlihatkan bagaimana jejak yang ada dalam diri dan bagaimana proses transformasi yang bisa dilakukan untuk mengubahnya menjadi hal yang bermanfaat bagi hidup. Dengan demikian, terbang tinggi dalam kemenangan Idul Fitri bukan lagi imajinasi.
Bagi yang membaca postingan blog ini, mohon maaf dan lahir bathin semuanya. Mohon maaf atas semua kesalahan yang disengaja dan tidak disengaja. Jika ada kesalahan yang tidak bisa saya ubah, jadikan hal itu sebagai pendorong bagi diri Anda untuk menjadi pribadi yang lebih baik dalam mengarungi lautan kehidupan. Semoga kita bersama-sama bisa berada di hari kemenangan.
Selamat berpuasa bagi yang menjalankannya.
Komentar
Posting Komentar