Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

[Copas Tulisan] Buffon's Letter to His Younger Self

Dear 17-year-old Gianluigi, I write this letter to you tonight as a 41-year-old man who has experienced many, many things in life, and has made some mistakes. I have some good news and some bad news for you. The truth is that I am really here to speak to you about your soul. Yes, your soul. You do have one, believe it or not. Let’s begin with the bad news. You’re 17 years old. You’re about to become a real footballer, like in your dreams. You think that you know everything. But the truth is, my friend, you don’t know shit. In just a few days, you will get the chance to start your first Serie A match for Parma, and you don’t know enough to be scared. You should be in bed, drinking warm milk. But what are you going to do? You’re going to go to the nightclub with your good friend from the Primavera. You’re just going to have one beer, right? But then you exaggerate a bit. You play the movie character. The strongman. This is how you usually cope with this pressure that you don’t even k...

Mengupdate Kabar Dunia di 28 November

Hampir semua sosial media saya saat ini sedang di deaktivasi. Rencananya Instagram, Twitter, dan Facebook, tidak akan dibuka selama sebulan. Kenyataannya, ternyata sudah lebih dari yang direncanakan dan saya belum ada mengambil keputusan untuk mengaktivasinya lagi. Sempat terpikirkan tentunya untuk membuka lagi, karena kesibukan dan pilihan-pilihan berbagai pertimbangan, pikiran itu bisa dilewati. Tentunya datang dengan pengorbanan. Berita-berita terbaru, baik lokal dan internasional, beserta narasi-narasi yang mengiringinya, disengaja atau tidak, tidak bisa saya update  secepat sebelumnya. Begitu juga kabar dari gerak atau narasi yang bersifat impulsif dan bersifat otonom. Kali ini, saya harus membuka langsung dari website media yang dituju, atau terkadang membuka link kiriman dari grup telegram atau whatsapp (yang tentunya sangat rentan terpengaruh  echo chamber ) . Well , keberjalanan waktu, tidak masalah. Pilihan hidup selalu berkaitan dengan prioritas. Dan saya yang terbi...

Mengatakan "I Don't Know"

Pada Maret 2020, Matthew Backus dan Andrew T. Little menulis jurnal yang berjudul "I Don't Know". Penelitian mereka membahas bagaimana seorang pengambil kebijakan publik politikus mengambil pilihan dalam dunia yang penuh kompleksitas dan ketidakpastian. Dalam proses tersebut, pengambil keputusan akan bertanya kepada para ahli mengenai pandangan mereka. Tentu sekilas hal yang normal untuk dilakukan, dan memang seharusnya terjadi. Tetapi tidak ketika seorang ahli sangat peduli dengan reputasi akan kompetensinya. Dalam posisi tersebut, para ahli akan sulit untuk mengakui tentang hal-hal yang tidak mereka ketahui atau belum dipahami. Bisa diperkirakan, ketika mereka terjebak oleh, katakanlah ego pribadi, kelancaran bisnis di masa depan, atau historikal pengalaman, pandangan yang akan diberikan kepada pengambil keputusan akan menjadi bias. Jurnal ini berusaha menggambarkan dampak dan mencari hasil optimum yang terbaik dengan menggunakan pemodelan Markov Sequential Equilibrium,...

Recovery Journey and Commitment

Seorang rahib menghadap Buddha dan berkata :      "Apakah jiwa orang saleh luput dari maut?" Seperti biasanya Buddha tidak menjawab. Tetapi rahib itu mendesak. Setiap hari ia mengulangi pertanyaan yang sama. Setiap hari pula ia tidak dijawab. Akhirnya, ia tidak tahan lagi dan mengancam mau meninggalkan pertapaan, kalau pertanyaan mahapenting ini tidak dijawab. Sebab, untuk apa ia mengorbankan segala sesuatu untuk hidup membiara, kalau jiwa orang saleh tidak akan luput dari maut? Lalu Buddha dalam belaskasihannya berkata:     "Engkau bagaikan seorang yang kena anak panah beracun dan hampir mati. Sanak keluarganya mendatangkan seorang dokter. Tetapi orang sakit itu tidak mau anak panah dicabut atau menerima pengobatan apapun terhadap lukanya jika tiga pertanyaan pokok ini belum terjawab: Pertama, orang yang memanahnya kulitnya putih atau hitam? Kedua, ia berbadan tinggi atau pendek? Dan ketiga, ia seorang brahmana atau paria? Sebelum jawaban atas ketiganya diberik...

Belajar Kehidupan Einstein : Perkara Memaafkan

Seiring bertambah umur, perkara memaafkan bukan perkara yang gampang ternyata. Waktu berjalan, begitu juga dengan pengalaman. Memang ada konsep relativitas dalam memahaminya, dimana ada perbedaan makna dari setiap objek yang mengalami pengalaman tersebut. Tetapi, sepertinya jumlah pengalaman pada suatu objek, berbanding lurus dengan kecepatan dan posisi objek itu bergerak dalam hidupnya. Dan dalam pengalaman tersebut, tentu bisa saja berkaitan dengan pengalaman sebelumnya, sedikit banyaknya, walau belum tentu berkaitan. Mungkin itu yang dirasakan oleh Mileva Maric, Hans Albert Einstein, dan Eduard Einstein. Di saat dunia menyoroti dunia Einstein, yang memberikan perubahan dengan teori relativitas umum dan persamaan ekuivalensi massa-energi, serta menantang kekuasaan Hitler, terlepas dari baik dan buruknya sorotan tersebut, keluarga pertama Einstein terlihat hidup dalam kegelapan. Demi memuaskan hasrat Einstein untuk menemukan cara alam bekerja, Maric harus merelakan keinginan masa keci...

Tangan Tetap Turun Memohon Maaf, Karena Perjalanan Kehidupan Tetap Berjalan

Gambar
Sebenarnya ketika saat menulis blogpost ini sebelumnya, saya sudah merasa suasana lebaran tahun ini benar-benar seperti terasa menumpang lewat begitu saja. Meskipun jika suasana tersebut dibanding ketika saya berada di masa sangat mengabaikan sisi spiritual, atas dasar jiwa eksplorasi yang sedang menguat dan ketidakberterimaan diri untuk serta merta mengikuti status quo tanpa alasan yang saya terima, suasana sekitar akan hari lebaran yang tetap terasa oleh saya. Setidaknya, akan ada tamu yang datang ke rumah. Dan sebagai tuan rumah, sudah sepantasnya untuk melayani tamu semampu yang ia bisa, meskipun adanya perselisihan atau ketidaksamaan pandangan hidup. Ataupun juga jika dibandingkan dengan pengalaman saya yang sedang berlama-lama di Wae Rebo karena urusan proyek community development . Karena statusnya sebagai dewasa wisata yang sedang sangat melonjak jauh karena penghargaan UNESCO kepada rumah adat Niang, produk warisan budaya Manggarai, ada banyak turis yang datang berkunjung. Di...

Flashback Puasa Dahulu dan Sekarang

Hari ini adalah hari terakhir di bulan Ramadhan di tahun 2020, atau di tahun 1441 di kalender Hijriyah. Takbir sudah berkumandang sejak menjelang azan magrib. Sambil mendengarkan lagu Superman Is Dead (saya sedang sangat impulsif ingin mendengarkan nada yang cukup keras), saya ingin sedikit  flashback  awal-awal saya berpuasa dahulu dan puasa tahun ini. --- Setelah pindah ke Padang dari sebelumnya bertempat tinggal di depok, saya pun dibiasakan dengan kebiasaan atau budaya baru. Sebagai contoh, tidak akan ada lagi berburu mainan terbaru dari McDonald atau bermain di imitasi pesawat terbang atau holikopter di wahana permainan di dalam pusat perbelanjaan seperti mall. Kebiasaan lainnya adalah diperkenalkan dengan ibadah berpuasa. Selain diminta oleh keluarga, ibadah puasa juga diminta oleh sekolah. Tidak seperti waktu sekarang, ketika itu proses pembelajaran di sekolah diliburkan selama bulan Ramadhan. Sebagai gantinya, murid akan diminta melakukan aktivitas di rumah dengan penc...

[Copas Tulisan] Would you rather have a fish or know how to fish?

Imagine the following. You are living a life with enough money and health and time so as to allow an hour or two of careless relaxation, sitting on the sofa at the end of the day in front of a large television, half-heartedly watching a documentary about solar energy with a glass of wine and scrolling through your phone. You happen to hear a fact about climate change, something to do with recent emission figures. Now, on that same night, a friend who is struggling to meet her financial commitments has just arrived at her second job and misses out on the documentary (and the relaxation). Later in the week, when the two of you meet for a drink and your friend is ignorant of recent emission figures, what kind of intellectual or moral superiority is really justified on your part? This example is designed to show that knowledge of the truth might very well have nothing to do with our own efforts or character. Many are born into severe poverty with a slim chance at a good education, and o...

Rehat Sejenak Menulis, Sebelum Terjadi Eksploitasi Menulis

Dan akhirnya sudah 2 bulan secara rutin saya menulis blog. Sudah menjadi kebiasaan yang lumayan kuat, meskipun harus berhadapan dengan problem konstan, hal yang saya sudah tuliskan juga setelah kontemplasi menulis blog selama satu bulan rutin. Dalam menghadapi problem konstan itu, saya menikmati momen-momen tersebut. Terutama ketika memilih menggiring bola basket ke lantai, mendengarkan lagu atau podcast , atau juga sekedar melamun, untuk mencari inspirasi kalimat, kata, ataupun yang ingin dituliskan. Tetapi dalam pertengahan waktu itu, perlu diakui, saya beberapa kali tidak menikmati proses tersebut. Badan saya bergerak, tentu saja, tetapi terkadang hal yang berada di kepala berasa sangat berkurang. Terutama ketika ada perasaan mentok dalam mencari kalimat, kata, atau isi yang ingin dicari. Saya tetap menikmati, tetapi tidak dengan beberapa hal yang sepertinya terabaikan. Mungkin itulah sebabnya beberapa memberikan pernyataan bahwa berpikir pun mempunyai tingkat kesulitan tersendi...

Dua Buah Kiriman Buku

Gambar
Dalam seminggu terakhir kemarin saya mendapat dua buah kiriman buku dari teman. Sebuah kiriman yang cukup menggembirakan, mengingat kondisi pandemik saat ini saya tidak bisa lihat-lihat berkeliling di toko buku atau berseliweran scrolling   online shop . Walaupun saya saat ini sedang berusaha melebihkan fokus pribadi ke IELTS, energi terbarukan, IoT, data science , sistem energi, atau juga spititualitas, dan mereka pun sudah saya informasikan tentang hal ini, tetapi kiriman buku ini tetaplah suatu hal yang harus disyukuri. Setidaknya juga, saya sudah mengatakan kepada mereka buku ini akan lama saya selesaikan, juga mengingat ada buku lain yang sudah dibeli yang sedang antri untuk dibaca (kelakuan memang hahaha). Buku yang pertama adalah autobiografi dari Mahatma Gandhi, yang ditulis oleh Mahadev Desai dan dipublikasikan pada tahun 1927, yang berjudul " Gandhi, An Autobiography : The Story of My Experiment with Truth ". Dipublikasikan pertama kali di Inggris oleh Pe...

Hal Yang Dipelajari Setelah Beberapa Minggu Pandemik

Beberapa minggu lalu, di grup Whatsapp pribadi, saya mendapatkan pesan broadcast , mengenai pelajaran setelah pandemik Corona terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Saya tertarik mengulasnya satu-persatu. 1. United States is no longer the world's leading country. Jika penilaiannya hanya soal kesigapan sistem kesehatan negara dalam menghadapi problem kesehatan, sehingga menjadi contoh bagi negara lain, mungkin benar. Posisi China dan beberapa negara Eropa seperti Jerman memang sedang menguat.Tapi perlu dicatat juga, Bill Gates saat ini menjadi bagian pusaran pembicaraan mengenai usahanya meriset vaksin beserta koneksinya dengan banyak negara. 2. China won the 3rd World War without firing a missile and no one could handle it. Sampai ada riset mengenai sekuensi genom virus dan kemampuan China menghadapi gelombang kedua dan ketiga pandemik, sepertinya ini cocoklogi. 3. Europeans are not as educated as they appear. Tentu benar. 4. We can survive vacations without trips to Eu...

Nasibmu, Liverpool ...

Memasuki musim 2019/20 sebagai juara UEFA Champions League (UCL) pada musim sebelumnya, Liverpool masih terlihat sangat perkasa. Dengan trio serang yang begitu jagoan, Salah-Firmino-Mane, mereka begitu mudah mengobrak abrik pertahanan lawan. Ditopang oleh lini tengah yang sangat disiplin, Henderson-Fabinho-Wijnaldum, mereka siap merebut bola yang datang ke sistem. Sepasang bek sayap yang sangat eksplosif, Robertson-TAA, pun siap menyuplai bola ke trio mereka yang sudah siap di dalam kotak penalti lawan. Itu semua dilindungi oleh sepasang bek kuat dan berkepemimpinan tinggi, Van Dijk, dan bek muda didikan akademi Liverpool yang sedang berkembang pesat, Joe Gomez. Dan terakhir, kiper terbaik dunia saat ini, Allison Becker, berdiri tegak di depan tiang gawang. Semua dijalankan dengan idealisme Jurgen Klopp, yang hadir dengan gegen-pressing.  Ia datang dengan menawarkan hal yang hampir serupa dengan yang sudah dikembangkan selama 7 tahun di Borussia Dortmund. Bedanya, dengan kualita...

Kesabaran di Dalam Air Berlumpur?

Hari ini, notifikasi aplikasi Daily Tao memberikan quote -nya, Trying to understand is like straining through muddy water. Have the patience to wait! Be still and allow the mud to settle.  Benarkah? --- Posisi saya di basket adalah playmaket atau shooting-guard . Jika sedang menjadi playmaket , sejujurnya, quote  di atas sering saya lewati dan harus pahami. Seringkali, karena prioritasnya adalah mengatur serangan, meskipun ada ruang kosong yang mungkin terbuka, saya harus mempertimbangkan kemungkinan lainnya terlebih dahulu. Apakah ruang kosong ini sesuatu yang lebih baik daripada peluang-peluang yang tidak saya lihat. Pemikiran sabar diperlukan. Itulah sebabnya seorang playmaket  tidak boleh sering-sering melihat ketika menggiring bola, karena mengurangi kemungkinan suatu peluang yang lebih baik untuk bisa terlihat oleh mata. Apalagi suatu tim yang diatur ini tidak sekedar bermain santai, tetapi ada skema atau pola yang disepakati bersama atau diminta pelatih. ...

Pandemik dan Bulan Puasa

Hari ini sudah memasuki hari ke enam bulan puasa. Jika mengingat selama beberapa tahun terakhir saya tidak berpuasa secara penuh, bahkan tidak berpuasa sama sekali, sepertinya perlu diapresiasi juga bahwa fisik, pikiran, dan mentalitas saya cukup stabil dalam melewatinya. Puasa memang masih ada tersisa 24 hari, tapi langkah awal yang baik juga bagian penting dalam perjalanan. Sebuah kebetulan yang pas, ketika memikirkan bulan puasa ini datang di saat pandemik Covid-19. Dengan menjaga jarak dan aktivitas yang harus dilakukan, pikiran yang sudah mulai dibiasakan dengan lebih banyak di rumah, menjadi terbiasa berlanjut. Tentu menilai keberjalanan puasa saya ini pun tidak bisa mengabaikan keberadaan internet, dimana kehadirannya memberikan ruangan yang lebih luas, dan sayangnya juga liar. Yang dimaksud liar disini tidak hanya tentang dark web atau sebagainya,   tetapi bagi yang tidak bijak berada di dalamnya, mereka akan tersesat di dalamnya. Contoh simpelnya, berapa orang yang ...

Anak-anak, Ruang Bermain, Struktur Kota, Sekolah, dan Internet

Saat ini saya tinggal di Surapati, di sekitar jalan Gagak. Ketika berada sangat sering di rumah demi memutus rantai pandemik seperti ini, ada salah satu realita yang terlihat. Realita yang sepertinya sudah tidak terperhatikan, tapi semakin tidak diperhatikan karena fokus yang harus dihadapi oleh masyarakat dan pemerintah. Yaitu lahan bermain anak-anak. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak pun mengalami kebingungan ketika biasanya mereka sudah berada di sekolah di pagi buta, sekarang proses pembelajaran lebih sering di rumah. Keadaan yang sebenarnya sudah seharusnya dilakukan sejak dahulu bersamaan dengan kemajuan teknologi, tetapi mendapatkan momennya di masa pandemik. Di awal-awal diumumkannya kasus pertama di Indonesia, anak-anak yang sudah dirumahkan mencari teman-teman tetangganya yang juga di rumah. Pengamatan pribadi di sekitar kawasan Gagak, mereka bertemu dan bermain bola. Karena tiadanya ruang luas yang tersedia, ataupun kalau ada, posisinya agak jauh dari rumah, mereka ber...