Musim Pandemik = Musim Mengubah Kebiasaan

Hari Sabtu, jam 9.39, tanggal 21 Maret 2020, sambil mendengarkan Spotify sedang memutar playlist Chilled Jazz dan segelas teh jahe di sebelah laptop, saya memulai lagi menulis postingan blog di hari ini.

Biasanya di pagi ini, saya sedang sedikit bersantai, entah melanjutan membaca buku, menonton film atau NBA, atau juga sedikit stretching. Lewat jam 12 siang, kalau misalnya jalanan lagi tidak begitu terganggu karena proyek jalan layang pemerintah, saya sudah akan bersiap-siap main futsal dengan JCI Chapter Bandung di kawasan Antapani dan bermain hingga sekitar jam 4. Itu sudah termasuk pendinginan dan ngobrol santai sambil ketawa-tawa. Lewat lagi dari magrib, posisi badan akan berada di Cimbeluit, karena keringatnya butuh dikeluarkan lagi untuk main basket dengan Kaskus Basketball Bandung. Di antara kegiatan bersebut atau setelah pulang ke rumah, menonton bola atau basket akan jadi bagian rutinitas akhir minggu.

Tapi semua berubah sejak negara api menyerang. Eh bukan, maksudnya Corona.

Tapi kalau ternyata virus Corona ini dibuat oleh negara api untuk menyerang, tidak tau juga ya. Yah, mungkin juga sudah seharusnya Avatar Aang muncul.

Anyway, apapun itu, kebiasaan tersebut memang sedang harus berubah. Di Indonesia, kebijakan atau himbauan yang diedarkan pemerintah atau juga gerakan kesadaran sosial secara bersama di media sosial (menahan diri untuk tidak keluar amarah ke pemerintah) adalah berupa untuk setidaknya saling menjaga jarak, sering menjaga kebersihan berupa mencuci tangan, dan tidak keluar rumah jika tidak terlalu diperlukan.

Dalam arti kata, saya tidak seharusnya dan juga dalam beberapa hal, tidak bisa melakukan apa yang selama ini biasa saya lakukan. Secara global, banyak event atau turnamen olahraga sudah dibatalkan atau ditunda ke batas waktu yang belum bisa ditentukan. Dengan demikian, untuk sementara, hilang sudah tontonan rutin olahraga di akhir minggu.

Concern ini sebenarnya sempat keangkat juga di grup whatsapp komunitas Kaskus Basketball Bandung di awal minggu ini, apakah di hari Sabtu ini ingin bermain basket atau tidak. Begitu juga di grup JCI CB. Sayangnya, beberapa orang sepertinya tetap butuh mengeluarkan keringat. Mungkin mereka belum menemukan olahraga yang tepat di rumah atau tempat sepi untuk joging. Atau mungkin juga, memang mereka belum mampu untuk mengubah kebiasaannya, untuk seenggaknya olahraga secara mandiri. Mudah-mudahan mereka punya kesadaran untuk langsung mandi setelah selesai berolahraga.

Memang itulah intinya. Mengubah kebiasaan. Atau bahkan juga, terlepas apakah kebiasaan selama ini sudah baik atau buruk, tapi tidak ada salahnya melihat dan memahami lagi. Dan ketika jika ternyata ada kebiasaan yang salah, atu juga kebiasaan yang sejatinya baik, tetapi menjadi salah ketika di waktu yang tidak tepat, sudah seharusnya kebiasaan tersebut diubah. Toh, proses hidup paling berat adalah unlearning behaviour.

Seperti suatu tweet yang pernah saya lihat secara sekilas, dari seseorang berwarganegaraan Amerika Serikat, yang mengatakan hanya ketika pandemik sedang terjadi, stasiun subway baru dibersihkan. Dalam omelannya, kegiatan tersebut seharusnya sudah rutin dilakukan, jauh sebelum pandemik muncul.

Saya pun begitu. Sudah banyak yang menanti, seperti buku, film atau series, online course, 7 minutes-workout, persiapan program master, joging ke daerah yang belum pernah dikunjungi, mencoba belajar lagi memasak atau juga meditasi. Tapi entah karena keegoisan atau emang begitu sibuk dengan kebiasaan yang sudah terbentuk, terlalu banyak yang terlewatkan.

Jadi, mari jadikan musim pandemik ini sebagai momentum perubahan kebiasaan. Dimulai dari rutinitas menulis blog yang sudah berlangsung hampir sebulan dan dari akhir minggu ini yang akan terasa membosankan.

*Update : JCI Chapter Bandung dan Kaskus Basketball Bandung tidak jadi mengadakan olahraga rutin.

Komentar