Pandemik Memang Menekan Bisnis

Masa pandemik Covid-19 yang sepertinya belum terlalu bisa dikontrol ini memang berdampak ke banyak hal. Dalam pemasaran bisnis bukanlah pengecualian. Neil Patel, seorang marketer dan influencer, mencoba mendapatkan gambaran kondisi tersebut berdasarkan data konversi  pertumbuhan perusahaan-perusahaan yang bekerja sama dengan agensi iklan yang dikelolanya.

Sumber : https://neilpatel.com/blog/coronavirus/
Seperti yang sudah bisa juga dianalisa dari perlambatan ekonomi yang terjadi secara global dan gelombang pemutusan kontrak pekerja, grafik di atas ini menunjukkan juga terjadi perlambatan di konversi pertumbuhan secara mayoritas. Konversi pertumbuhan adalah jumlah yang bisa dikonversikan dari calon market ntuk pertumbuhan perusahaan.
Sesuai dengan yang dipahami, dengan pembatasan pergerakan banyak orang untuk membatasi penyebaran virus bermutasi lebih luas, baik lewat mekanisme lockdown atau kesadaran dari masyarakat, bisnis di bidang travel sangat terdampak oleh pandemik. Kondisi yang juga bisa dilihat dari pemberlakuan dari kebijakan penawaran tiket dan penginapan murah ke calon konsumen.  Begitu juga di bidang konstruksi yang sangat membutuhkan interaksi di lapangan dalam pengerjaan.

Kenaikan permintaan pangan sendiri adalah yang mengalami kenaikan tertinggi dari grafik di atas. Contoh kasus dengan dilihat meningkatnya kebutuhan untuk menjaga stok dan kualitas makanan di rumah, atau dalam makna yang negatif (panic buying). Pemerintah diminta menjaga status stok bulognya, karena belum ada gambaran yang mencerahkan mengenai kapan kondisi pandemik ini akan mereda.

Tetapi sepertinya tentang kenaikan permintaan pangan ini tidak berkaitan langsung dengan kenaikan jumlah transaksi. Faktor yang mendukung asumsi saya adalah terputusnya alur supply chain akibat pembatasan gerak, sehingga besar kemungkinan ada penumpukan bahan makanan dari hulu. Jika ternyata asumsi saya salah, bisa jadi akibat pandemik ini, stok yang tersedia dari produsen atau distributor mengalami kenaikan dalam efektifitas menjadi pertumbuhan perusahaan.

Media menjadi catatan yang penting dilihat. Kebutuhan masyarakat untuk update dengan situasi terbaru dan kebutuhan pihak berwenang untuk berkomunikasi dengan masyarakat mendorong kenaikan konversi. Walau sayangnya, konversi ini juga rentan dengan kenaikan hoax (atau mungkin apakah ini sentimen saya pribadi saja ya?) .

---

Apa yang bisa dipelajari dari sini?

Berdasarkan pandangan para ekspert, dunia akan mengalami resesi setelah melewati pandemik ini. Yang dalam arti kata, grafik yang ditunjukan di atas akan tetap berlanjut dalam beberapa waktu setelah bidang kesehatan dan pemerintah terkait sudah mulai bisa menangani virus Corona.

Menurut Neil, bidang media adalah perusahaan yang tepat sebagai target investasi. Proyeksiinya lebih stabil dibandingkan bidang lain.

Bagi saya, terima sajalah kondisinya, dan mengubah diri atau mendorong perubahan budaya untuk lebih adaptif dengan keadaan. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Resensi Buku] Sekilas tentang Ali Moertopo