Hari Libur

Kenapa ada istilah "hari libur"?

Pertanyaan ini tiba-tiba saja muncul di kepala, ketika setelah semingguan lebih, saya sedang terbiasa bangun tengah malam. Saat ini waktu menunjukkan pukul 3:29 AM, dan mesjid di sekitar rumah sedang berusaha membangunkan orang-orang dari lelapnya tidur dan dalamnya mimpi. Biasanya, jam segini saya akan mencoba membaca buku atau terlentang melamun atau juga minum air putih, mengurangi kebiasaan buruk pikiran bawah sadar yang langsung membuka smartphone untuk sekedar membuka Instagram atau Twitter. Yah, semua orang sepertinya sudah tahu mengenai penyakit manusia modern, yang awalnya sekedar, keberlanjutannya bisa berjam-jam.

Di hari libur akhir minggu ini, kegiatan rutin saya adalah antara main futsal, main basket, dan menonton tv. Yang saya tonton pun sering kali bervariasi, antara tayangan dokumenter atau perjalanan di National Geographic, mencoba mencari tayangan menarik di kompas TV dan CNN Indonesia, pertandingan sepakbola Serie A, EPL, atau La Liga, atau juga terkadang menonton NBA atau IBL. Ada banyak pilihan yang bisa dilakukan, sehingga sepertinya menutup kemungkinan adanya jadwal ngedate atau nongkrong di akhir minggu. Hahaha

Kembali ke pertanyaan awal, kenapa ada istilah hari libur? Ibarat kata, dalam perpindahan hari, sudah seperti kewajiban dalam budaya umat manusia ada hari yang harus dikhususkan untuk berbeda dengan rutinitas sehari-hari.

Jika menggunakan asumsi seperti ini, mungkin itulah penyebab umat Islam menjadikan hari Jumat sebagai hari untuk berkumpul dan meninggalkan kegiatan lainnya. Sehingga mereka akan bercermin mengenai hubungan personalnya kepada Tuhan dan alam sekitar. Mungkin juga dengan logika yang sama menjadikan umat kristiani meliburkan hari minggu. Ditambah dengan gelombang budaya renaissance yang disebarkan ke seluruh dunia melaui penaklukan dan perdagangan, yang dilanjutkan dengan berkembangnya revolusi industri oleh penemuan mesin uap James Watt, budaya hari minggu sebagai libur pun disebarkan menjadi hari libur bersama. Mungkin saja cerita seperti itu.

Tetapi, intinya mungkin bukan tentang "hari libur", lebih tepatnya adalah memberikan warna dalam keseharian yang terlalu rutin. Bisa dilihat di kampung-kampung, walau para petani ke sawah setiap hari, tetapi ketika hari panen telah selesai, mereka justru akan beristirahat di rumah atau memberikan sesajen kepada alam atau tuhan yang telah memberikan karunia dan nikmat kepada mereka. Sehingga, ketika rutinitas ini diberikan pewarnaan yang berbeda, akan memberikan pola kehidupan yang baru. Pola yang akan memberikan makna kehidupan kepada intelektualitas, spiritual, dan jasmani.

Mungkin seperti itu alasan sebenarnya kenapa ada hari libur. Bagi saya pribadi, mungkin lewat kehadiran Cristiano Ronaldo dengan seragam Juventus akan memberikan suatu pandangan pembelajaran bernilai setiap minggunya. Mungkin saja memang seperti itu.

Komentar

  1. "...menutup kemungkinan adanya jadwal ngedate..."

    Sama siapa nih? Wah urang ketinggalan gosip.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hawoik zan. muncul2 ngomen yang beginian haha. apa kabarnya maneh zan?

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Resensi Buku] Sekilas tentang Ali Moertopo